RMco.id  Rakyat Merdeka - Adagium tidak ada kawan atau musuh abadi dalam politik sepertinya benar adanya. Hal ini, terlihat dari perbedaan sikap Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto, dengan salah satu loyalisnya, Arief Poyuono.

Baca Juga : Di Tangan Pak Pratik, Kini Suara Buruh Digantungkan

Mereka, berbeda sikap soal demonstrasi menolak Undang Undang Cipta Kerja (Ciptaker). Seperti diketahui, aksi menolak UU Ciptaker meluas hingga 22 Kota se-Indonesia dan tidak sedikit yang berujung kericuhan.

Baca Juga : Ngabalin Disentil Tifatul

Peristiwa ini menarik perhatian banyak pihak, termasuk Prabowo. Orang nomor satu di Partai Gerindra itu berspekulasi, ada kekuatan asing di balik kericuhan yang terjadi.

Baca Juga : Pemimpin Sebagai Pelindung Rakyat (2)

“Saya ingin beri peringatan, hoaks ini berarti ada yang ingin ciptakan kekacauan. Saya punya keyakinan, ini berasal dari luar negeri ada kekuatan asing. Ada negara tertentu yang tidak pernah suka Indonesia aman dan maju,” ujar Prabowo, melalui juru bicaranya, Dahnil Anzar Simanjuntak.
 Selanjutnya