RMco.id  Rakyat Merdeka - Elektabilitas Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai kandidat Capres 2024 masih berada di puncak. Namun, jarak dengan para pesaingnya semakin tipis. Khususnya dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Demikian hasil survei terbaru Indometer. Survei yang digelar pada 25 September-5 Oktober 2020 melalui sambungan telepon kepada 1.200 responden dari seluruh provinsi itu memperlihatkan, selisih Prabowo dan Ganjar hanya tinggal 0,3 persen.

Dalam survei itu, elektabilitas Prabowo turun dibanding Juli 2020. Yaitu dari 17,6 persen menjadi 16,8 persen. "Sementara, Ganjar naik dari 15,4 persen menjadi 16,5 persen. (Kini) menyisakan selisih tipis 0,3 persen saja dengan Prabowo," kata Direktur Eksekutif Survei Indometer Leonard SB, dalam siaran persnya, di Jakarta, Jumat (16/8).

Berita Terkait : Ke Amerika, Prabowo Gencarkan Diplomasi Pertahanan

Posisi ketiga ditempati Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Meski elektabilitasnya turun dari 11,3 persen menjadi 10,6 persen, gubernur yang akrab disapa Kang Emil ini tetap mampu mengamankan posisi ketiga. Posisi keempat diduduki Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Elektabilitas Anies juga turun dari 10,1 persen menjadi hanya 8,9 persen.

"Prabowo dan Ganjar Pranowo bersaing ketat sebagai capres 2024, sementara Ridwan Kamil dan Anies berpotensi kuat menjadi calon wakil presiden," kata Leonard.

Menurut Leonard, figur Prabowo dan Ganjar merepresentasikan koalisi dua partai politik besar yang sedang berkuasa saat ini, yaitu PDIP dan Gerindra. Masalahnya, apakah PDIP akan mengusung Ganjar ataukah mendorong Puan Maharani pada 2024.

Berita Terkait : Prabowo, Awas Dikerjain!

Kenaikan elektabilitas Ganjar tidak bisa dilepaskan dari posisinya sebagai Gubernur Jawa Tengah. Di tengah masa pandemik Covid-19 dan ancaman resesi, kepala-kepala daerah menjadi berperan lebih strategis dibanding figur-figur yang menjabat di pemerintahan pusat. Hal yang sama juga dialami Emil dan Anies.

Untuk Sandiaga Uno, elektabilitasnya terus menurun. Dari 8,8 persen menjadi hanya 7,7 persen. Gubernur Jawa Timur Khofidah Indar Parawansa turun sedikit dari 4,1 persen menjadi 3,8 persen. Demikian pula dengan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, turun dari 2,9 persen menjadi 2,1 persen.

Di antara pejabat pemerintah pusat, Menteri BUMN Erick Thohir mengalami kenaikan dari 1,8 persen menjadi 2,3 persen. Sedangkan Menko Polhukam Mahfud MD turun sedikit dari 1,4 persen menjadi 1,3 persen.

Berita Terkait : Prabowo Dan Anies Melorot, Ganjar Dan Emil Diunggulkan

Lalu ada pula Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono yang turun dari 3,3 persen menjadi 2,9 persen. Sementara petinggi PDIP yang juga Ketua DPR Puan Maharani turun dari 1,2 persen menjadi 1,1 persen. [USU]