RMco.id  Rakyat Merdeka - Partai Golkar mengapresiasi peran media yang selalu menyajikan informasi kepada masyarakat di setiap acara atau kegiatan Partai Golkar.

"Kami sangat berterimakasih sekali, selain mitra dalam pemberitaan di setiap kegiatan atau agenda politik Partai Golkar, insan pers pun merupakan sahabat karena bisa menjadi jembatan informasi untuk masyarakat," kata Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Nurul Arifin dalam sambutannya pada acara pengumuman lomba baca puisi khusus wartawan, di Jakarta, Sabtu (17/10).

Acara lomba puisi khusus wartawan ini sukses digelar dalam rangka perayaan HUT Partai Golkar ke-56. Nurul Arifin mengakui, selama ini insan pers menjadi sahabat Partai Golkar dalam setiap pemberitaannya kepada masyarakat.

"Terima kasih juga kepada teman teman jurnalis yang telah berpartisipasi dalam lomba baca puisi yang diadakan oleh Bidang Media dan Penggalangan Opini DPP Partai Golkar," katanya.

Berita Terkait : Airlangga Tunjuk Supriansa Jadi Ketua Bakumham Partai Golkar

Di tempat yang sama, Ketua DPP Partai Golkar Bidang Media dan Penggalangan Opin (MPO) Meutya Hafid memberikan apresiasi kepada para peserta yang telah berpartisipasi dalam penyelenggaraan lomba baca puisi. 

Dikatakan, lomba baca puisi khusus wartawan ini baru pertama kalinya dilakukan oleh partai politik.

Menurutnya, kebersamaan insan pers atau media dalam memberikan sajian informasi kepada masyarakat juga harus dibarengi juga dengan perhatian dari sisi lainnya. 

"Alhamdulillah lomba puisi khusus wartawan berhasil terlaksana dengan baik meski harus dilakukan dalam suasana pandemi, namun tidak menyurutkan para partisipan peserta dari seluruh Indonesia. Insya Allah kami di Partai Golkar akan terus menjadi mitra yang baik bagi sahabat-sahabat media dalam memberikan informasi, baik politik atau pun kabar umum lainnya dalam Partai Golkar," kata Meutya Hafid.

Baca Juga : Cegah Penyebaran Corona Di Kantor, KPK Kembali Lakukan Penyemprotan Desinfektan

Dari lomba baca puisi ini, keluar sebagai pemenang pertama adalah jurnalis MNC Media, sementara pemenang kedua diraih jurnalis dari Harian Kompas dan untuk pemenang ketiga diraih oleh wartawan Metro TV.

Adapun dewan juri dari perlombaan ini diantaranya Presiden Penyair Indonesia Sutardji Calzoum Bachri, sineas muda Lola Amaria, Wina Armada Sukardi dari Dewan Pers dan Benny Benke perwakilan dari wartawan. 

Lola Amaria dalam catatan anggota dewan juri menjelaskan, ada kecenderungan dan sayangnya, diam-diam menjadi kesadaran publik, dewasa ini membaca sajak biasanya dilakukan dengan dramatisasi yang berlebihan.

Akibatnya, pembacaan sajak justru menjadi artifisial, berlebihan (lebai) dan menjadi tidak wajar. Karena banyak yang membaca sajak dengan cara marah-marah.

Baca Juga : Pertamina Raih Penghargaan Kecelakaan Nihil Dari Menteri Tenaga Kerja

"Hal ini menjadi makin memprihatinkan, karena pembaca sajak justru seperti kehilangan orientasi atas sajak yang dibawakannya," kata Lola Amaria. [EDY]