RMco.id  Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi memberikan pujian setinggi langit untuk Partai NasDem. Jokowi bilang, NasDem yang baru berumur 9 tahun, sudah menjelma menjadi partai besar dan disegani. Mendengar pujian ini, Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, tersenyum lebar. 

Pujian Jokowi itu disampaikan saat menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun Partai NasDem ke-9, kemarin. Acara ulang tahun ini digelar di Kampus Akademi Bela Negara (ABN), Pancoran, Jakarta Selatan. Paloh dan jajarannya hadir di sana. Sedangkan Jokowi hadir secara virtual. 

Lewat sebuah video berdurasi 2 menit 19 detik, Jokowi menyampaikan pidatonya. Isinya, ucapan selamat. Lalu memuji capaian NasDem selama berkiprah di kancah perpolitikan Indonesia. "Pada kesempatan yang baik ini saya ucapkan selamat Ulang Tahun ke-9 kepada keluarga besar NasDem, dan sekaligus selamat menjadi partai besar yang disegani," kata Jokowi. 

Berita Terkait : Tak Semua Hadir, Ini Daftar Nama Penerima Bintang Mahaputera Di Istana

Setelah itu, Jokowi menyinggung tagline restorasi milik NasDem. Menurutnya, restorasi merupakan sem   angat yang sama dengan pemerintahannya saat ini. Di eranya, semangat restorasi adalah semangat pemulihan dari masalah, dan perbaikan untuk mencapai Indonesia maju yang dicita-citakan.

"Semangat itulah yang ada dalam pemerintah saat ini. Semangat itu melandasi kerja kita selama ini. Termasuk dalam menghadapi banyak tantangan akibat pandemi Covid-19 yang melanda dunia saat ini," ucapnya.

Mendengar pidato Jokowi ini, Paloh terlihat senang dan bangga. Senyum lebar menggembang di wajah Bos Media Group tersebut. 

Berita Terkait : Partai Masyumi Reborn Dideklarasikan 7 November

Beres Jokowi pidato, giliran Paloh yang bicara di depan kadernya. Dia bicara mengenai agenda konvensi capres yang akan dilaksanakan Partai NasDem. Waktunya, 2022. "Dalam waktu dua tahun ke depan, Partai NasDem akan menggelar konvensi Calon Presiden RI 2024," ucapnya. 

Dia bilang, NasDem merupakan partai terbuka untuk siapa pun. Yang penting, orang tersebut punya kapasitas dan kualitas untuk memimpin. "Konvensi itu menampung berbagai pemikiran dan pandangan politik yang berbeda-beda melalui mekanisme kontestasi," jelasnya.

Dia memastikan, konvensi akan berjalan transparan. Sehingga bisa berefek secara positif bagi penguatan kelembagaan NasDem. "Sebagai ruang dan basis rekrutmen kepemimpinan nasional," ungkapnya. 

Berita Terkait : Kudeta Merangkak?

Rencana NasDem membuka konvensi capres sebenarnya sudah lama didengungkan. Tepatnya, pada Kongres NasDem 2019. Penyeleksiannya dengan mekanisme pemilihan, seperti uji publik, uji intelektual, hingga uji integritas. 
 Selanjutnya