RMco.id  Rakyat Merdeka - Sekretaris Jenderal Partai Gelora, Mahfuz Sidik mengatakan, langkah elite PkS yang mengajak HRS bergabung seperti memancing di air keruh.

“Karena sudah ada parpol yang membujuk HRS masuk partai. Bukan solusi yang ditawarkan, tapi malah siraman bensin yang akan makin memanaskan situasi,” kritiknya, kemarin.

Mahfuz menganalisa, kepulangan HRS setelah 3,5 tahun tinggal di Arab Saudi, masih meninggalkan konflik politik masa lalu.

Puncaknya, seusai Pemilu Presiden (Pilpres) 2019, ketika Prabowo Subianto Sandiaga Uno sebagai jagoannya HRS, kalah oleh petahana Joko Widodo Maruf Amin.

“Situasi pembelahan dan konflik politik sejak Pilpres 2014, Pilgub DKI 2017, dan Pilpres 2019 belum berakhir. Bahkan, sekarang memanas lagi setelah kepulangan HRS,” sebutnya.

Situasi politik seperti ini, menurut Mahfuz, tidak sehat. Konflik, seperti ini tidak boleh dibiarkan berlarut larut dan perlu segera diakhiri.

Berita Terkait : Garuda Tunjuk Eks Dirut Peruri Jadi Direktur Keuangan

Apalagi, saat ini pemerintah dalam kon¬disi perang terhadap pandemi Covid¬19.

Partai Gelora Indonesia berpendapat situasi ini harus segera diakhiri. karena akan merugikan kepentingan nasional. Semua pihak harus berpikir jernih dan berhati dingin. Indonesia sedang menghadapi krisis kesehatan dan resesi ekonomi yang belum tahu akan berakhir kapan,” katanya.

Mantan politisi PKS itu beranggapan, solusi terbaik me¬ngurai konflik politik ini adalah dengan cara islah alias berdamai.

Apapun pangkal soalnya, islah adalah tuntunan agama untuk menyelesaikan perbedaan dan pertengkaran.

“Seringkali saat para pihak sudah duduk dan makan bareng, banyak salah paham dan salah info bisa diselesaikan dengan baik,” sebutnya.

Jadi, islah adalah solusi ter¬baik. Bukan malah mengajak HRS masuk ke dalam partai politik.

Berita Terkait : Gembleng Kader, Gelora Gelar AMI

Soal ini, menurutnya, HRS sudah memahami posisi dan kekuatannya. Bisa jadi, setelah konflik berakhir, HRS akan membentuk parpol sendiri.

“Jangan¬jangan para pendukung HrS punya aspirasi kuat untuk membentuk partai sendiri dengan ciri khas amar maruf nahi munkar,” pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden PKS, Ahmad Syaikhu berharap imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab mau masuk PKS.

Sang Presiden, bahkan telah menyampaikan secara langsung kepada HRS.

“Sudah saya tawarkan,” ujar Syai¬khu, di kantor DPD PKS Kota Tangerang Selatan.

Tidak hanya berharap, Syaikhu juga begitu percaya diri. Dia mengklaim, HRS memiliki ketertarikan dengan PKS.

Berita Terkait : “Giring-giring” Sampai 2024

“Perjuangan HRS sebagai penceramah yang kini menggaungkan ‘revolusi akhlak’ selaras dengan perjuangan politik PKS yang memiliki jargon ‘partai dakwah’. Hal itu, selaras dengan PKS dalam upaya menangani dekadensi atau kemerosotan moral di tengah masyarakat,” katanya.

Meski telah menawarkan se¬cara langsung, Syaikhu mengatakan, hingga saat ini belum mendapatkan jawaban dari HRS.

Namun menurutnya, pentolan FPI itu telah menunjukkan adanya sinyal tertarik untuk bergabung.

Hal itu terlihat dari adanya dukungan terhadap berbagai agenda PKS.

“Beliau memberikan dukungan terhadap PKS, karena konsisten memperjuangkan aspirasi aspirasi beliau,” tutupnya. [BSH]