RMco.id  Rakyat Merdeka - Hajatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 akan semakin semarak. Tidak hanyaketuaumum partai politik yang turun gunung membela jagoannya. Tokoh agama non parpol seperti ustad Abdul Somad juga ikut-ikutan jadi tim kampanye.

Merespons hal ini, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyarankan pendakwah berakronim UAS itu sekalian saja masuk parpol. Demikian disampaikan Ketua DPP PKB, Marwan Dasopang, di Jakarta, kemarin. Saran ini dia sampaikan ketika mengetahui UAS menjadi tim kampanye pasangan calon bupati dan calon wakil bupati Hafit Syukuri-Erizal di Pilkada Rokan Hulu (Riau) 2020.

“Kalau mengambil posisi bagian dari pembimbing masyarakat, katakanlah ustad, ulama, ya sudah berkonsentrasi sajalah di situ. Tapi kalau ikut cawe-cawe di politik, langsung saja berpartai. Masuk saja partai politik,” ujar Marwan.

Berita Terkait : Menag Galak Banget

Hafit-Erizal sebenarnya pasangan yang diusung PKB bersama Partai Amanat Nasional (PAN). Meskipun merasa senang jagoannya didukung ulama sekaliber UAS, dia khawatir dosen yang juga tokoh agama itu akan mendapatkan kritik karena masuk ke dalam ranah kampanye politik.

“Saya tentu menghormati beliau sebagai ulama, dan tidak senang nanti ada orang yang mengkritiknya. Tapi karena dia menempatkan dirinya di situ, itu menjadi sasaran,” sebutnya.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR ini berharap, jika nanti ada kritik dari masyarakat saat berkampanye, pendukung UAS tidak menganggap itu sebagai sebuah kriminalisasi. Pasalnya, kampanye adalah ranah politik dan memang bertujuan menilai dan mengevaluasi seorang kandidat.

Berita Terkait : Staf Khusus Jadi Jembatan Korupsi

Lain halnya dengan Sekretaris DPW PKB Riau, Ade Agus Hartanto. Dia merasa beruntung jagoannya mendapatkan dukunganUAS. “Dalam mendukung itu tidak terlepas diskusi dengan Tuan Guru Abdul Somad. Silaturahmi kita selalu selalu terjaga dengan beliau,” ujar Ade, di Riau, belum lama ini.

Seperti diketahui, dukungan UAS sebagai juru kampanye Hafit-Erizal disampaikan melalui unggahan video di jejaringFacebook miliknya pada Minggu (22/11). Dikatakan, sudah 17 titik daerah Rokan Hulu disambangi UAS.

“Kalau ada orang bertanya-tanya kenapa UAS datang ke Rokan Hulu, jawabannya karena Abdul Somad merasa berhutang budi kepada Rokan Hulu, dan bukan karena Hafit - Erizal,” kata UAS.

Berita Terkait : Dudung, Mana... Dudung, Mana...

Terkait hal ini, Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno mengatakan, tidak masalah seorang pemuka agama masuk ke ranah politik. Menurutnya, ini menambah semarak pesta demokrasi dalam soal dukungan publik. “Ya nggak apa-apa jadi juru kampanye, semacam influencer dukung paslon tertentu,” ujarnya kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Pandangan berbeda disampaikan pengamat politik Universitas Riau, Tito Handoko. Menurutnya, turunnya UAS di Pilkada Riau berpotensi konflik, dalam hal ini memecah belah umat Islam di Riau.

“Kenapa tidak kampanye kepada semua paslon. UAS milik umat. Bukan sekelompok orang saja,” ujar Tito Handoko. [BSH]