Tetap Yakin Jokowi-Maruf Menang

Dibilang Cuma Selisih Tipis, TKN Nggak Ciut Mental

Paslon 01 Jokowi-KH Maruf Amin (Foto: Istimewa)
Klik untuk perbesar
Paslon 01 Jokowi-KH Maruf Amin (Foto: Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Hasil survei Litbang Kompas yang menunjukkan tipisnya selisih elektabilitas paslon 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo-Sandiaga, hanya 11,8 persen, sebulan sebelum hari pencoblosan, rupanya tidak membikin ciut Tim Kampanya Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf.

Juru Bicara TKN Ace Hasan Syadzily mengatakan, hasil survei Litbang Kompas itu justru semakin melecut semangat timnya untuk bekerja secara sungguh-sungguh dalam memenangkan Jokowi.

Baca Juga : Cegah Virus Corona Masuk Indonesia, Begini Saran Apindo

Apalagi, survei tersebut belum memotret debat ketiga, yang secara nyata dimenangkan KH Ma’ruf Amin, yang pada awalnya tidak diperhitungkan oleh sebagian pihak.

Dalam keterangan persnya, Rabu (20/3), Juru Bicara TKN Ace Hasan Syadzily mengaku tidak mempersoalkan hasil tersebut.

Baca Juga : Mahfud MD Tolak Tawaran Kerja Sama Amerika AS di Perairan Natuna

"Kami melihat semua hasil survei dengan obyektif, dan tidak apriori. Termasuk, hasil survei Litbang Kompas. Berbeda dengan kubu 02, yang melihat survei dengan sinis, penuh apriori dan bahkan sampai mengeluarkan survei internal yang bertolak belakang dari sebagian besar hasil lembaga survei," tutur Ace.

Menurutnya, kalau dilihat lebih cermat, hampir semua lembaga survei memprediksi keunggulan palson 01. Yang membedakan satu dengan yang lain, adalah selisihnya. Selisih tertinggi sekitar 20-an persen, sampai selisih terendah 10-an. Kompas menyebut, selisihnya 13,6 persen.

Baca Juga : Bertambah Lagi, Kasus Coronavirus di Negeri Sakura

Ace bilang, kalaupun kita mengikuti selisih 13,6 persen, itu jarak yg cukup jauh. Mengingat waktu yang tinggal hitungan hari. Bahkan, kalau melihat data ekstrapolasi yang dimunculkan Kompas, atau bahasa non statistiknya "Prediksi Hasil Akhir", angkanya 56,8 persen untuk paslon 01 dan 43,2 persen untuk paslon 02. Jadi, selisih hasil akhirnya sekitar 13,6 persen. "Ini angka yg cukup besar," ujar Ace.

Ditegaskan, TKN optimis dengan semua hasil survei. Kecuali, survei internal BPN 02. "Survei itu menunjukan bahwa hoaks dan fitnah yg disemburkan, tidak membuat masyarakat goyah untuk tetap mendukung Pak Jokowi," imbuhnya. [HES]