RMco.id  Rakyat Merdeka - Gara-gara kepatil lobster, pamor Partai Gerindra terjun bebas. Kini, pamor partai besutan Prabowo Subianto itu, ada di bawah Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Hal yang sama juga dialami PDIP. Suaranya turun meski tetap bertengger di No.1. 

Stigma buruk terhadap Gerindra menguat setelah petingginya yang juga Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena diduga menerima suap izin ekspor benih lobster. 

Berita Terkait : Masuk Kabinet, Jokowi Berhasil Taklukkan Prabowo Dan Sandi

Anjloknya pamor Gerindra diketahui dari hasil survei Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI). “Dari Exit Poll menunjukkan, penangkapan Edhy Prabowo berdampak signifikan terhadap penurunan elektabilitas,” kata Direktur Eksekutif LKPI, Arifin Nur Cahyono dalam paparan hasil surveinya, kemarin. 

Kejadian tersebut menguntungkan partai lain lantaran mendapat limpahan elektabilitas dari kasus korupsi. “Golkar, Demokrat, PKB, Nasdem, PKS dan PSI menjadi tempat pelarian pilihan masyarakat yang sebelumnya memilih Gerindra, jika pemilu digelar hari ini,” jelas Arifin. 

Berita Terkait : Mantan Sekda Banjar Sodikin Digarap KPK Lagi

Dari hasil survei, kata Arifin, elektabilitas PDIP 17,8 persen, Golkar 15,2 persen, Partai Demokrat 10,8 persen, PKB 8,8 persen, NasDem 8,1 persen, PKS 6,9 persen, Gerindra 6,6 persen, PSI 4,2 persen, PAN 3,1 persen, PPP 2,9 persen, Hanura 1,6 persen dan lainnya di bawah 0,5 persen. 

“PDIP juga kena imbas penurunan elektabilitas karena kadernya yang juga Menteri Sosial, Juliari Batubara diciduk KPK. Meski turun, PDIP masih mempertahankan posisinya di puncak,” bebernya. 

Berita Terkait : Gerindra Dukung Kebijakan Pemerintah

Survei LKPI dilakukan 20-27 Desember 2020 dengan jumlah responden 1.225 orang. Tersebar secara proporsional di 34 provinsi di Indonesia. Survei dilakukan dengan metode mix-mode. Survei ini memakai metode wawancara via telepon terhadap responden yang dipilih secara acak. Adapun margin of error survei di kisaran 2,8 persen dan pada tingkat kepercayaan mencapai 95 persen. 

Tidak hanya partainya, elektabilitas Prabowo Subianto juga nyungsep. Sebelumnya berdasarkan survei Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) yang dirilis pada 29 Desember 2020 lalu didapatkan, Prabowo semakin ditinggal pendukungnya. Hanya sekitar 50 persen pemilih Gerindra pada Pileg 2019 yang akan memilih Prabowo, bilamana Pilpres dilakukan sekarang. 
 Selanjutnya