RMco.id  Rakyat Merdeka - Konsistensi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menjadi oposisi tunggal di Senayan berbuah manis. Elektabilitas partai meroket di sejumlah survei. Sayang, hal ini tidak berbanding lurus dengan bursa calon presiden (Capres) potensial dari partai berlogo bulan sabit mengapit padi itu.

Hal ini diamini Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS, Mardani Ali Sera. Dia memastikan partainya tidak akan melewatkan kontestasi Pilpres 2024. “Insya Allah, tidak lama lagi nama tokoh dari PKS akan muncul,” ujar Mardani kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Baca Juga : Respon Kebijakan Dan Sinergi OJK, Stabilitas Sektor Keuangan Di 2020 Terjaga

Anggota Komisi II DPR ini tidak menampik besarnya efek dari Pemilu 2019. Misalnya, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) terdongkrak oleh sosok Joko Widodo, dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dengan Prabowo Subianto.

Jokowi dan Prabowo adalah kontestan Pilpres 2019. Kontestasi mereka mendongkrak elektabilitas PDIP dan Gerindra. PDIP menjadi juara, dan Gerindra yang kedua. Sementara PKS, sebagai ‘sekutu Prabowo’ meraih posisi keenam. “Keberadaan tokoh, salah satu pengungkit utama kenaikan suara parpol,” ucapnya.

Baca Juga : Cek Laik Udara, BKS Tinjau Pelaksanaan Ramp Check Pesawat Di Bandara Soekarno-Hatta

Agar moncer di ajang Pilpres 2024, lanjut Mardani, PKS akan mengusung capres tanpa mengubah identitas partai sebagai oposisi pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin. Beragam perbaikan mesin PKS sedang dilakukan. Salah satunya, merestrukturusasi kepengurusan untuk memenangkan Pemilu 2024. “PKS sedang bekerja merapikan struktur kepengurusan hingga tingkat kelurahan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Ketua DPP PKS, Al Muzammil Yusuf. Dia berharap, meroketnya elektabilitas PKS menjelang Pemilu 2024 dapat berbanding lurus dengan bursa capres. “Alhamdulillah, mudah-mudahan bisa menjadi modal yang bagus untuk bursa capres 2024,” ujarnya.
 Selanjutnya