RMco.id  Rakyat Merdeka - Dunia dirgantara Indonesia berduka, setelah peristiwa jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 PK-CLC di sekitar Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu, Sabtu (9/1) lalu. 

Sejumlah partai-partai politik pun menyampaikan keprihatinannya.“Kita semua berduka atas musibah jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 PK-CLC. Mari kita doakan agar proses evakuasi berjalan lancar,” kata Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia, Anis Matta dalam keterangannya, kemarin. 

Eks Wakil Ketua DPR ini, mendoakan para petugas yang melakukan pencarian badan pesawat dan korban, diberikan kesehatan dan kekuatan. Demikian pula dengan keluarga korban yang ditinggalkan, juga diberikan ketabahan dan keikhlasan. 

Berita Terkait : Hari Ke-7 Pencarian Sriwijaya Air SJ182, Tim Temukan 13 Kantong Jenazah

Sementara politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Jazilul Fawaid mendesak Kementerian Perhubungan mengusut tuntas tragedi ini. 

Selama ini, pesawat udara merupakan moda transportasi yang dianggap paling aman. Sayangnya, kasus kecelakaan udara cukup sering terjadi di Indonesia. 

Dia berharap, kasus serupa tidak terjadi lagi di masa mendatang. “Ini menjadikan masyarakat tidak percaya,” kata Wakil Ketua MPR ini. 

Berita Terkait : Aktivis Pemuda Islam Apresiasi Kerja Cepat Tim SAR Gabungan Dan Doakan Para Korban

Dikatakan, seharusnya dalam operasional pesawat terbang, ada standarisasi pemeriksaan yang menutup ruang adanya celah kecelakaan.“Kalau masih ada, itu kan mungkin ada kelalaian,” ucapnya. 

Tak mau ketinggalan, Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono turut merasakan duka atas peristiwa itu. Dia berpesan kepada pemerintah, khususnya pihak yang terkait untuk lebih teliti lagi memenuhi standar keselamatan tranportasi. 

“Bencana ini menjadi peringatan bagi pemerintah dan kita semua untuk terus meningkatkan standar keselamatan transportasi di Indonesia,” katanya. 

Berita Terkait : Ditemukan, Kotak Hitam Sriwijaya Air Dibawa ke JICT

Untuk diketahui, pesawat jenis Boeing 737-500 tujuan JakartaPontianak yang mengangkut 62 orang yang tercatat dalam manifes, terdiri dari 50 orang penumpang dan 12 kru pesawat dipastikan jatuh di sekitar Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu, Sabtu lalu. 

Presiden Joko Widodo telah memerintahkan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk melakukan investigasi terhadap jatuhnya pesawat Sriwijaya Air nomor penerbangan SJ-182 tersebut. [REN]