RMco.id  Rakyat Merdeka - Kritik keras yang dilayangkan Anggota Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Teddy Gusnaidi terhadap Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dilawan.

SBY pernah menulis tentang optimismenya terhadap Indonesia agar menang melawan Covid-19 dan bangkit dari keterpurukan secara ekonomi. Tulisan itu dinyiyirin Teddy, lewat akun jejaring Twitter miliknya, @ TeddyGusnaidi.

“Sudahlah Pak @SBYudhoyono. Indonesia tidak akan sesulit sekarang ini, Pak Jokowi tidak akan bekerja sekeras ini, jika Anda tidak pernah menjadi Presiden,” cuitnya.

Selain itu, Teddy juga menyebut SBY telah menjadi Juru Bicara Tuhan. “Sebut SBY Jadi Jubir Tuhan, Teddy Gusnaidi: SiapSiap Somad, Gymnastiar, Rizieq Kehilangan Posisi,” tulisnya.

Baca Juga : Di India, Petugas Kebersihan Disuntik Vaksin Covid Duluan

Juru Bicara SBY, Ossy Dermawan menjawab kritik ini dengan fakta prestasi yang dilahirkan SBY selama menjadi Presiden Republik Indonesia masa bakti 2004 sampai 2014. Menurut Partai Demokrat, setidaknya ada 12 fakta prestasi SBY.

Pertama, pertumbuhan ekonomi rata-rata 6 persen. Kedua, berhasil menurunkan angka kemiskinan dari 16,7 persen menjadi 10,89 persen. Ketiga, berhasil menurunkan angka pengangguran dari 11 persen menjadi 5,7 persen.

Keempat, berhasil menurunkan rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dari 56,6 persen menjadi 24,7 persen. Kelima, berhasil meningkatkan cadangan devisa tiga kali lipat dari 36,3 miliar dolar AS menjadi 111,8 miliar dolar AS.

Keenam, berhasil meningkatkan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan pendapatan per kapita bangsa Indonesia sebesar empat kali lipat.

Baca Juga : PKS Warning Pemerintah Sigap Amankan Laut Indonesia

Ketujuh, berhasil melakukan pembangunan infrastruktur, utamanya melalui program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). “MP3EI beberapa proyeknya dibangun di era SBY dan diresmikan di era Jokowi,” sebutnya.

Kedelapan, berhasil memasukkan Indonesia sebagai negara anggota G-20 pada 2008. Poin ke sembilan, berhasil melunasi utang Dana Moneter Internasional (IMF) lebih awal dari waktu pelunasannya.

Kesepuluh, berhasil menghentikan embargo terhadap militer Indonesia yang diberlakukan Amerika dan negara maju lainnya. Kesebelas, berhasil mendamaikan Aceh dan memberantas terorisme dari Indonesia. Terakhir, berhasil menjaga demokrasi dan kebebasan masyarakat.

Ossy yang menjabat Kepala Badan Komunikasi Strategis Dewan Pimpinan Pusat (Bakomstra DPP) Partai Demokrat ini memastikan, 12 fakta tersebut punya indikator yang jelas. “Silakan dibandingkan dengan yang sekarang. Harus jujur dalam menanggapi data. Indonesia sudah jauh lebih baik setelah SBY memimpin selama 10 tahun,” sebutnya.

Baca Juga : Upadate Gempa Sulbar, Basarnas: 49 Jiwa Meninggal

Dikatakan, jika SBY tidak jadi Presiden selama 10 tahun, belum tentu Presiden Jokowi punya cukup uang, peluang dan kesempatan membangun Indonesia lebih baik ke depan. “Mungkin dia mentwit dalam kondisi terlelap tidur,” pungkasnya.  [BSH]