RMco.id  Rakyat Merdeka - Wacana penggabungan alias merger Partai Masyumi dengan Partai Ummat terus menjadi topik hangat di internal dua partai tersebut. Karena punya kemiripan visi dan misi, kemungkinan besar peluang itu terwujud.

“Bila melihat akar rumput Partai Masyumi maupun Partai Ummat, ada tumpang tindih yang sangat kuat. Ceruk dan irisan kita juga sama. Sangat besar untuk bergabung,” kata inisiator Partai Masyumi, TB Massa Djafar kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Baca Juga : Di India, Petugas Kebersihan Disuntik Vaksin Covid Duluan

Meski begitu, dia menegaskan, proses merger tidak dilakukan dalam waktu dekat. Dua partai ini masih menunggu hasil survei dahulu. Kalau dalam hasilnya menggambarkan dukungan kuat dari masyarakat, proses merger itu akan terjadi. Demikian pula sebaliknya. “Akan ada pembicaraan lebih lanjut,” ujar TB Massa.

Dosen Ilmu Politik Universitas Nasional ini mengklaim, wacana merger dua partai itu berkembang di tataran elite dan arus bawah. “Sudahlah, gabung saja. Ceruknya kan sama. Supaya pemilihnya juga tidak bingung,” ucapnya.

Baca Juga : PKS Warning Pemerintah Sigap Amankan Laut Indonesia

Sebelumnya, inisiator Partai Ummat, Putra Jaya Husin mengatakan, proses merger bisa terjadi jika salah satu partai mengaku kalah dalam tingkat popularitas atau kalah elektabilitas.

“Kalau memang niat, kita mau satu. Ya kita jalan aja dulu enam bulan sampai satu tahun. Terus kita survei. Kalau Partai Masyumi, lebih tinggi elektabilitasnya daripada Partai Ummat, maka Partai Ummat membubarkan diri dan bergabung ke Partai Masyumi. Demikian juga sebaliknya,” kata Putra.

Baca Juga : Upadate Gempa Sulbar, Basarnas: 49 Jiwa Meninggal

Sebaliknya, jika Partai Ummat lebih besar tingkat elektabilitas dan popularitasnya dari Partai Masyumi, Partai Masyumi juga harus ikut dan bergabung. “Kita mengharapkan juga hal yang sama,” ungkapnya. [REN]