RMco.id  Rakyat Merdeka - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan DKI Jakarta menepis beragam kritik terhadap aksi blusukan Menteri Sosial (Mensos), Tri Rismaharini. Partai berlogo Banteng ini menjamin aksi perempuan yang akrab disapa Risma itu bukan untuk modal Pilkada DKI 2022. 

“Nggak usah baper (bawa perasaan) kalau Bu Risma blusukan di Jakarta,” ujar Sekretaris DPD PDIP DKI Jakarta, Gembong Warsono, kepada Rakyat Merdeka, kemarin. 

Berita Terkait : Risma Kunjungi KPK, Diskusi Soal Akurasi Data Penerima Bansos

Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta ini menjelaskan, sudah menjadi tugas Risma sebagai Mensos blusukan ke masyarakat. Dengan aksi itu, dapat diketahui kondisi sosial masyarakat yang sesungguhnya. “Nah, blusukan itu memang gaya Bu Risma. Justru kalau sebagai Mensos tidak blusukan, jadi aneh,” ucapnya. 

Selain itu, kata dia, blusukan Risma menjadi pertimbangan sebelum membuat kebijakan dalam menuntaskan persoalan-persoalan sosial. “Agar kebijakannya tetap sasaran, dan menuntaskan persoalan sosial yang menjadi tupoksi (Tugas Pokok dan Fungsi) Kementerian Sosial (Kemensos),” ujar alumni Jurusan Manajemen, Universitas Muhammadiyah Prof DR Hamka ini. 

Berita Terkait : Risma Maju Tak Gentar

Gembong memastikan, aksi Risma turun langsung ke warga Jakarta sama sekali tidak ada hubungannya dengan perebutan posisi DKI-1. Dia meyakini, PDIP tidak kehabisan kader. Apalagi hanya untuk bertarung di Pilkada DKI Jakarta 2020. 

Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI ini meyakini jika Risma akan menyelesaikan tugasnya sebagai Mensos. Sebelumnya, Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Keadilan Sejahtera (DPP PKS) Bukhori Yusuf menuding, aksi blusukan Risma itu sebagai pencitraan untuk mengincar kursi DKI-1. [BSH]