RMco.id  Rakyat Merdeka - Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) meminta masyarakat jangan lagi terjebak dalam polarisasi politik akibat Pemilu maupun Pilkada. Apalagi, mengait-ngaitkannya dengan korban musibah pesawat Sriwijaya Air SJ182

“Sudahlah. Janganlah merasa paling benar,” ujar Sekretaris Jenderal Partai Hanura Gede Pasek Suardika kepada Rakyat Merdeka, kemarin. 

Berita Terkait : Basarnas: CVR Sriwijaya Air SJ182 Belum Ditemukan

Polarisasi politik itu kembali muncul menyusul beredarnya video tentang salah satu korban pesawat Sriwijaya Air SJ182, yaitu Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) periode 2015-2017, Mulyadi P Tamsir. Pasek menyebut Mulyadi merupakan salah satu kader terbaik Partai Hanura. 

Dia di-bully melalui sebuah video di akun TikTok @novianifitri180. Akun tersebut menyebut, Mulyadi sebagai pembenci mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. “Kamu tahu itu? Ketua Umum PB HMI, pembenci Ahok, musuhnya Ahok, yang kemarin mendemo Ahok, pengen memenggal, menggantung kepala Ahok,” ujar @novianifitri180. Namun, dalam penelusuran Rakyat Merdeka kemarin, video tersebut telah dihapus. 

Berita Terkait : Hari Ke-7 Pencarian Sriwijaya Air SJ182, Tim Temukan 13 Kantong Jenazah

Sontak, Pasek memberikan peringatan keras kepada pemilik akun TikTok tersebut dan mengunggah di Twitter miliknya, yaitu @G_paseksuardika. “Buat pemilik akun TikTok, Anda sudah keterlaluan dan jahat. Ini kader Hanura kami, dan biar Anda tahu, saat itu Hanura mendukung Ahok @basuki_btp. Cara Anda sudah keterlaluan di atas musibah orang lain. Urusannya akan panjang,” cuit Pasek. [BSH]