Pemilu di Kantong Diaspora Indonesia Terbesar di AS

Animo Coblosan Tinggi, Pemilu di Philadelphia Sampai Jam 10 Malam

Klik untuk perbesar
WNI tampak memadati area TPS di Aquinas Center Morris Street, Philadeplhia, AS untuk menunaikan hak pilihnya dalam Pemilu 2019, Rabu (10/4) waktu setempat. (Foto: Syarif Syaifulloh/Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Rabu 10 April 2019, menjadi hari yang bersejarah bagi diaspora Indonesia di Philadelphia, AS. Untuk pertama kalinya dalam sejarah,  WNI di Philadelphia yang sudah mendaftar untuk Pemilu dan namanya tertera dalam daftar pemilih tetap (DPT), dapat melakukan pencoblosan langsung melalui kotak suara keliling (KSK), di tempat pemungutan suara (TPS) yang berlokasi di Aquinas Center Morris Street. Cukup dengan membawa identitas yang masih berlaku berupa paspor, Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) serta surat undangan model C6 dari panitia pemilihan luar negeri (PPLN), WNI langsung bisa mencoblos surat suara.

Tak heran, antusiasme WNI di Philadelphia pun tampak begitu besar dalam pencoblosan kali ini. Meski Pemilu dilangsungkan pada jam kerja, mereka tetap berbondong-bondong datang menuju TPS. Ini menunjukkan tingginya tingkat kepedulian WNI di perantauan AS, khususnya di Philadelphia. 

Konjen KJRI New York dan KBRI Washington DC beserta sejumlah pejabat teras, langsung turun lapangan meninjau hajat besar lima tahunan ini. Bahkan Atase Kepolisian dan jajarannya turut mengawal.

Baca Juga : Hari Ini Pidato Politik, SBY On Lagi

"Ini adalah Pemilu pertama di Philadelphia, yang diselenggarakan selain di Kota Dover New Hampshire. Pemilu ini dijadwalkan mulai pada pukul 08.30 pagi sampai 08.00 malam. Waktu yang panjang ini sengaja diberikan untuk memudahkan akses WNI yang rata-rata bekerja di berbagai sektor. Tapi karena antusiasme WNI yang luar biasa, coblosannya selesai sampai jam 10 malam," ujar Syarif Syaifulloh, WNI yang telah 19 tahun bermukim di Philadelphia kepada RMCO, Kamis (11/4) pagi WIB.

Syarif Syaifulloh, WNI yang telah 19 tahun bermukim di Philadelphia, menunaikan hak pilihnya dalam Pemilu 2019 (Foto: Dok. Pribadi)

Semangat menunaikan hak suara ini, juga dimiliki Winda, WNI yang datang mencoblos meski sedang sakit karena perubahan cuaca. "Saya senang sekali, bisa terlibat langsung dalam pemungutan suara ini. Ini adalah pesta rakyat. Ini adalah kesempatan kami memilih pemimpin yang berkomitmen terhadap kemajuan Indonesia, agar makin diperhitungkan di dunia internasional. Saya juga senang, karena dapat bersilaturahmi dengan teman-teman sesama WNI. Kesempatan ini sangatlah mahal," ujar WNI yang berasal dari Surabaya, Jawa Timur. 

Pernyataan Winda, diamini Rama, WNI yang telah bermukim di Philadelphia lebih dari 10 tahun. "Pesta demokrasi ini harus kita sambut gembira. Jangan disia-siakan. Ini juga menjadi ajang silaturahmi sesama WNI yang luar biasa," tutur Rama. 

Baca Juga : Tersangka Penembakan Pensacola, Ternyata Pernah Diejek Mirip Bintang Porno

Syarif memuji kerja keras Panitia Pemilu Luar Negeri (PPLN) yang telah bekerja keras menyukseskan penyelenggaraan Pemilu di Philadelphia, bekerja sama dengan KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara). 

Hanya saja, menurutnya, ada beberapa WNI yang tidak bisa mencoblos. Padahal, sudah datang ke TPS. "Saya sudah tanyakan ke Ketua PPLN New York Bapak Indriyo Sukmono, hal seperti itu terjadi karena mereka yang pindah alamat, tidak melaporkan alamat barunya ke panitia pemilihan. Saya berharap, ke depannya, panitia bisa memberikan solusi terbaik terkait masalah ini. Terlepas dari hal itu, saya sangat mengapresiasi kerja keras pemerintah menyukseskan Pemilu 2019 di Philadelphia," tutur Syarif.  

Bagi Syarif, ayah tiga anak yang juga akrab dengan sapaan Pak Tani karena kegiatan urban farming-nya yang fenomenal,  ini adalah pemilu pertama yang diikutinya di negeri Paman Sam. Istrinya, Hani White, adalah wanita asal Jakarta yang menjadi  orang Indonesia pertama di Philadelphia yang terpilih menjadi Penasehat Gubernur Pennsylvania, AS.

Baca Juga : Imbas Penembakan Pensacola, Pentagon Stop Pelatihan Militer Untuk Arab Saudi

Sekadar latar, Pemilu di luar negeri memang digelar lebih dulu dibanding di Tanah Air, sejak tanggal 8 hingga 14 April 2019. Namun, untuk penghitungan suara, akan dilakukan serentak pada tanggal 17 April mendatang. [HES]