Soal Iming-iming Jadi Pejabat di Kubu Prabowo

AHY: Tak Elok Diskusi Soal Jatah Menteri

Agus Harimurti Yudhoyono (Foto: Istimewa)
Klik untuk perbesar
Agus Harimurti Yudhoyono (Foto: Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tak mau menseriusi soal iming-iming jabatan yang diumbar Prabowo jika menang Pilpres.

“Jangan dulu bicara tentang menteri deh. Pemilunya belum dilakukan dan pemenangnya juga belum tahu. Tidak elok berdiskusi soal jatah menteri," ujar AHY usai Pidato Politik Partai Demokrat di Gedung DBL Arena Surabaya, kemarin.

Putra sulung SBY ini mengatakan, yang dibutuhkan rakyat menjelang pemilu adalah mendengar program kerja pasangan calon agar lebih yakin menentukan pilihan.

"Saya tidak ingin memperpanjang polemik itu, saya di beberapa kesempatan diminta oleh Pak Prabowo," ungkapnya.

Baca Juga : Persebaya Keberatan Soal Rencana PSSI Gelar TC Timnas Pada Maret 2020

AHY bersyukur jika beberapa pihak menilainya pantas untuk menjadi menteri. Namun, sekali lagi dia menegaskan akan fokus memenangkan Demokrat dulu.

"Jika diharapkan oleh rakyat untuk menjadi bagian dari pemerintahan mendatang termasuk salah satunya dalam kabinet, saya mensyukuri kalau ada yang mengharapkan seperti itu. Artinya, saya dinilai memiliki kapasitas dan juga kepantasan untuk bisa berkontribusi luas kepada masyarakat dan negara. Tetapi saya lebih ingin fokus, ini hari-hari terakhir menjelang tanggal 17 April," jelasnya.

Sebelumnya, Prabowo menggelar pidato kebangsaan di Dyandra Convention Hall, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (12/4). Dalam pidato kebangsaan itu, Prabowo memaparkan 68 nama yang dia sebut sebagai tim pakar. Meski tak menyebut sebagai kandidat menteri atau pejabat di kabinet, Prabowo memastikan seluruh nama itu akan membantunya dalam pemerintahan jika dia terpilih.

"Jadi Insya Allah, jika kami menerima mandat, kira-kira inilah yang akan membantu saya dalam pemerintahan," ujar Prabowo.

Baca Juga : Menlu RI Hadiri Penandatanganan Kesepakatan Damai AS-Taliban

Sejumlah tokoh dan petinggi partai politik koalisi Indonesia Adil dan Makmur masuk dalam daftar yang dibacakan Prabowo. Dia juga membacakan beberapa nama yang memiliki latar belakang akademisi. Ada pula mantan pejabat negara.

Koordinator Jubir BPN Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan nama-nama yang disampaikan Prabowo dalam pidatonya bukanlah nama-nama calon menteri. BPN menyebut tokoh-tokoh itu merupakan orang yang membantu Prabowo selama ini.

“Tidak ada yang bicara menteri ya, Pak Prabowo ingin menunjukkan siapa saja yang selama ini membantu beliau,” kata Dahnil.

Jubir TKN Jokowi-Ma'ruf, Ace Hasan Syadzily menyoroti absennya nama AHY dalam daftar tersebut. “Tidak ada nama AHY dan kader-kader utama Demokrat. Yang dikenal publik hanya ada nama Amir Syamsuddin dan Dede Jusuf. Ini memperlihatkan AHY dan kader-kader utama Demokrat ditinggalkan. Partai Demokrat hanya diposisikan sebagai vote getter semata,” sebut Ace, kemarin.

Baca Juga : BNI Berikan Fasilitas Istimewa Buat Nasabah Emerald

Ketua DPP Partai Golkar itu memandang Prabowo hanya mencari simpati dengan mengumumkan nama calon menteri di hari-hari terakhir kampanye. Menurut Ace, sejumlah nama tersebut tidak akan memberi efek apa pun.

“Tujuan Prabowo mengumumkan nama calon menteri di hari-hari terakhir kampanye jelas ingin merebut simpati pemilih. Alih-alih mendapatkan simpati, nama-nama yang diumumkan tidak ngefek sama sekali. Jadi mereka hanya deretan calon menteri fiksi,” sebutnya. [BSH]