Kubu Prabowo Berharap Suara Menggelembung

Insya Allah Jokowi 57 Persen

Presiden Jokowi mencium Hajar Aswad dan masuk Ka’bah saat menjalankan ibadah umrah di Masjidil Haram, Senin (15/4). (Foto: Biro Pers)
Klik untuk perbesar
Presiden Jokowi mencium Hajar Aswad dan masuk Ka’bah saat menjalankan ibadah umrah di Masjidil Haram, Senin (15/4). (Foto: Biro Pers)

 Sebelumnya 
Beberapa lembaga survei seperti Litbang Kompas, Polmark dan Voxpol Center Research and Consulting menunjukkan Jokowi-Ma’ruf masih unggul. Tetapi, di bawah 50 persen. Wakil Direktur Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Daniel Johan meyakini hasil survei lembaga-lembaga itu. Daniel juga yakin, Jokowi akan menang dengan angka dua digit dari Prabowo.

“Hasil survei juga menunjukkan tren meningkat secara konsisten, membuat kami semakin yakin bahwa paslon 01 akan menang telak bahkan bisa mencapai 2 digit,” ujarnya.

Wakil Sekretaris TKN, Raja Juli Antoni juga punya keyakinan yang sama. Merujuk pada hasil-hasil survei, Jokowi akan memenangkan Pilpres dengan suara yang signifikan.

Baca Juga : Usai Pemakaman Ibunda, Presiden Jokowi Langsung Ikuti KTT Luar Biasa G20

“Insya Allah Pak Jokowi akan menang signifikan,” ujarnya. Bahkan, menurutnya, jika suara undecided voters dibagi secara proporsional, elektabilitas Jokowi-Ma’ruf masih tetap unggul dari pasangan nomor urut 02.

Pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, Adi Prayitno juga memprediksi hasil Pilpres 2019 tak jauh dari hasil jajak pendapat sejumlah lembaga survei itu. Terutama, survei-survei yang dikeluarkan oleh lembaga yang secara reguler melakukan survei. Bukan lembaga survei yang hanya muncul 5 tahun sekali.

“Unggulnya (Jokowi) bisa dua digit atau satu digit. Kalau toh didiskon jadi satu digit, Jokowi kan tetap unggul,” ujar Adi.

Baca Juga : PKS dan IDI Sepakat, Kebijakan Soal Corona Jangan Sekadar Imbauan

Kalaupun ada tren kenaikan elektabilitas Prabowo-Sandi, kata dia, itu berasal dari swing voter. Artinya tidak ada migrasi pemilih dari 01 ke 02. Kecenderungannya hanya saling memperebutkan swing voter.

"Jokowi tidak memiliki tren turun, Prabowo juga demikian. Artinya strong voter keduanya tidak ada yang pindah,” ujarnya.

Sementara kubu Prabowo optimis akan menang. Jubir Badan Pemenangan (BPN) Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade menyatakan, pihaknya tidak berpatokan pada hasil survei yang mayoritas mengunggulkan Jokowi.

Baca Juga : Ini Cara Pertamina Perkuat UMKM, Supaya Naik Kelas dan Tahan Krisis

"Insya Allah, kami optimis pak Prabowo dan pak Sandi akan unggul, 56-44 (persen). 02 menang Insya Allah,” ujar Andre saat dikontak Rakyat Merdeka

Keyakinan itu didasarkan pada hasil survei internal BPN yang hasilnya berbeda dengan hasil survei yang dilakukan lembaga survei mayoritas. Beberapa lembaga survei seperti Puskaptis, juga merilis hasil yang menyebut Prabowo unggul atas Jokowi. Selain itu, BPN juga melihat pemetaan di lapangan.

“Kita juga lihat berbagai acara di berbagai daerah, kampanye terbuka ya, Pak Prabowo tanpa memobilisasi, menyediakan bus, memberi uang transport atau makan, masyarakat berbondong-bondong datang. Beda dengan kubu sebelah,” sindirnya. [OKT]