RMco.id  Rakyat Merdeka - PDIP menang banyak di Pemilu 2019. Menilik hasil perhitungan cepat atau quick count, partai besutan Megawati Soekarnoputri ini memecahkan rekor. Kembali memenangkan pemilu legislatif, sekaligus pilpres. Berturut-turut.

Misalnya, hasil hitung cepat Litbang Kompas, hingga pukul 20.00 WIB, kemarin, menyebut PDIP mendapat perolehan suara 20,45 persen. Angka ini lebih besar dari perolehan suara pada Pemilu 2014 sebesar 18,95 persen.

Kemudian, quick count CSIS-Cyrus Network, hinggal pukul 19.50 WIB, data yang masuk sebesar 81,7 persen. Hasilnya, PDIP meraih 20,15 persen. Diikuti Gerindra 12,8 persen, Golkar 12 persen, PKB 9,8 persen, Nasdem 8,3 persen.

Hasil quick count LSI Denny JA juga menyatakan hal yang sama. Hingga pukul 19.20 WIB, data yang masuk sebesar 78,75 persen. Hasilnya, PDIP tak terkejar dengan raihan 20,05 persen. Diikuti Gerindra 12,43 persen, Golkar 12,41 persen, PKB 10,09 persen, Nasdem 8,2 persen, PKS, 7,89 persen.

Baca Juga : Luncurin Aplikasi Super, AirAsia Transformasi Ke Bisnis Digital

Sejarah mencatat, hasil yang didapat PDIP ini lebih baik ketimbang Pemilu 2009 ataupun 2014. Pada Pemilu 2009, PDIP mendapat 95 kursi (16,96 persen) di DPR, setelah mendapat 14.600.091 suara atau 14,03 persen. Dengan hasil ini, PDIP menempati posisi ketiga dalam perolehan suara serta kursi di DPR.

Di Pemilu 2014, PDIP meroket. Di Pileg, PDIP mendapat 109 kursi (19,46 persen) di DPR, setelah mendapat 23.681.471 suara (18,95 persen). Dengan hasil ini, PDIP menempati posisi pertama dalam perolehan suara serta kursi di DPR. Sementara di pilpres, jagoan Banteng: Jokowi-JK berhasil menang atas Prabowo-Hatta Rajasa.

Politisi PDIP sekaligus Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Eva Kusuma Sundari bersyukur partainya pecahkan rekor di Pemilu 2019. Sekalipun, hasil sementara ini di bawah target PDIP sebesar 24 persen suara. “Kita gembira. Bukan hanya Pileg, PDIP juga menang pilpres dua kali pemilu berturut-turut,” ujar Eva kepada Rakyat Merdeka.

Walaupun target suara tidak penuhi, Eva tetap bersyukur. Menurutnya, perolehan suara sekitar 21 persen ini menjaga jarak dengan Partai Gerindra yang meraih sekitar 12 persen. Hasil ini, kata Eva, sesuai dengan target PDIP untuk menguasai Senayan. Baginya, persaingan sudah usai tinggal bersatu membangun bangsa.

Baca Juga : Dapat Bantuan, Menpora Harap Prestasi Cabor Renang dan Pencak Silat Meningkat

“Kami siap bekerja sama dengan Gerindra dan koalisi, maupun teman di sini. Tujuan kita sama. Maju dan makmur bersama,” katanya.

Senada, Ketua DPP PDIP, Hendrawan Supratikno menyebut hasil ini merupakan kepercayaan yang diberikan masyarakat kepada PDIP untuk berbuat lebih baik lagi. “Tugas kami untuk konsisten menghadirkan wajah partai yang melayani akan semakin berat,” ujar Hendrawan kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Soal hasil, Hendrawan juga menyebut ini tidak sesuai target sekitar 24-27 persen. Evaluasinya, di beberapa daerah suara PDIP ada yang lari ke dua pendatang baru: PSI dan Perindo, khususnya di kota-kota besar. “Para pemilih pemula belum tahu bahwa suara yang masuk ke partai-partai kecil yang tidak lolos PT 4 persen, dalam perspektif nasional, adalah membelah kekuatan,” katanya.

Pengamat Politik Universitas Parahiyangan (Unpar) Bandung, Prof. Asep Warlan Yusuf tak heran PDIP menang banyak Pemilu 2019. Ini adalah efek Pemilu Serentak 2019, dengan kader PDIP dalam hal ini Jokowi sebagai calon presiden.

Baca Juga : Fadel Dukung Jawa Barat Ganti Nama Jadi Sunda

“Secara empiris ini terbukti, memiliki kader sebagai kandidat, sedikit menguntungkan,” ujar Asep kepada Rakyat Merdeka. Faktor kemenangan PDIP berikutnya, kata Asep yaitu tertanam pemikiran di masyarakat jika hasil pemerintah saat ini adalah karya PDIP.

Jika hasil hitung cepat ini sama dengan hasil resmi KPU, katanya, maka peta politik lima tahun ke depan tidak akan jauh berbed. Akan ada dua kutub. PDIP dan Gerindra, dengan gerbongnya masing-masing. “Demokrat mungkin akan ke Jokowi, ada polemik yaitu PPP tapi itu kan internal,” katanya. “Fakta politiknya, rakyat masih suka dan percaya dengan PDIP,” pungkasnya. [BSH]