Menteri Jonan: Menang dan Kalah Harus Diterima

Bersama Duta Besar Vatican utk Indonesia  Uskup Agung Pieoro Pioppo dan Dirjen Bimas Katolik Kementrian Agama kemarin malam di Kedutaan Besar Vatican di Medan Merdeka Timur, sebelum mengikuti kebaktian Kamis Putih (Maundy Thursday) bersama diplomat dan warga asing di Jakarta. (Foto: Dok. Pribadi)
Klik untuk perbesar
Bersama Duta Besar Vatican utk Indonesia Uskup Agung Pieoro Pioppo dan Dirjen Bimas Katolik Kementrian Agama kemarin malam di Kedutaan Besar Vatican di Medan Merdeka Timur, sebelum mengikuti kebaktian Kamis Putih (Maundy Thursday) bersama diplomat dan warga asing di Jakarta. (Foto: Dok. Pribadi)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan, pemilu adalah pesta demokrasi. Karena pestanya sudah selesai, Jonan berharap rakyat Indonesia kembali bersatu demi kemajuan bersama.

"Pemilu ini pesta demokrasi ya. Jadi, menurut saya sih karena pestanya sudah selesai, ini kembali kita sebagai anggota masyarakat dari kelompok mana pun juga, juga dari keyakinan manapun juga, ini kembali bersatu sebagai bangsa Indonesia untuk maju ke depan," ujar Jonan kepada wartawan, usai kebaktian Jumat Agung di Gereja Katedral Jakarta, Jumat (19/4).

Berita Terkait : Belum Ada Kasus Corona Di Indonesia, WHO Khawatir Virus Tidak Terdeteksi

Ia menambahkan, siapa pun yang nantinya diberi amanah memimpin negara, harus diterima. Bagi yang belum diberi amanah, juga harus menerima dengan hati lapang.

"Yang penting, kita semua saling mendukung untuk kemajuan bersama, untuk persatuan Indonesia," tandasnya.

Baca Juga : Garcia Incar Para Raja Kelas Menengah

Pada kesempatan yang sama, Jonan juga mengucapkan terima kasih kepada Polri-TNI serta ormas yang ikut mengamankan Tri Hari Suci sejak Kamis Putih, Jumat Agung, hingga nantinya Hari Raya Paskah pada Minggu (21/4) mendatang.

Berkat sinergi pengamanan ini, jemaat jadi tenang beribadah.  "Saya juga berterima kasih kepada TNI-Polri, juga rekan-rekan dari Banser, dan GP Ansor yang telah membantu menjaga tertibnya kebaktian pada hari ini," kata Jonan, didampingi Uskup Agung Jakarta Ignatius Suharyo dan Kepala Paroki Gereja Katedral Jakarta Romo Hani Rudi Hartoko di Gereja Katedral Jakarta, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Jumat (19/4). [HES]