PDIP Tantang BPN Prabowo-Sandi Buka-bukaan Data Rekapitulasi

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. (Foto: M.Qori/Rakyat Merdeka)
Klik untuk perbesar
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. (Foto: M.Qori/Rakyat Merdeka)

RMco.id  Rakyat Merdeka - PDIP mempertanyakan klaim BPN Prabowo-Sandi yang mengklaim menang pilpres. Sebab, sampai saat ini mereka tak mau buka data rekapitulasi.

“Saya dapat informasi kalau BPN sedang lobby Bawaslu untuk dapatkan dokumen C1. BPN juga tidak kompak menyebutkan tempat dimana rekapitulasi dilakukan,” ujar Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di Jakarta, Kamis (25/4).

Baca Juga : Dirjen Bina Marga Diminta Cek Keamanan Underpass Bandara NYIA

Karena itu, kata dia, wajar jika publik menuduh bahwa klaim kemenangan yang dilakukan hanyalah tindakan provokasi tanpa bukti. Stop klaim menang sepihak tanpa hasil rekapitulasi. PDIP mengingatkan bahwa nilai kejujuran merupakan satu indikator moral sederhana dalam politik.

"Dengan sikap BPN yang tidak mau transparan dalam rekapitulasi, tidak bersedia di audit, dan klaim sepihak kemenangan tanpa bukti, hanyalah bukti kuatnya indikasi kebohongan dalam politik,” tambah Hasto.

Baca Juga : Jelang Tahun Baru, Konsumsi Pertamax Turbo Naik 36 Persen

Atas dasar hal tersebut, baik pusat Rekapitulasi JAMIN yang dilakukan TKN Jokowi-Ma'ruf Amin, maupun Badan Saksi Pemilu Nasional PDIP mengundang perwakilan BPN untuk melihat sistem rekapitulasi pihaknya berdasarkan dokumen otentik C1.

“Kami undang 5 personil, 2 dari BPN dan 3 dari pengamat politik, dan disaksikan oleh media dan perwakilan mahasiswa, untuk melihat pusat hitung suara kami. Lalu setelah itu giliran kami datang ke Pusat Hitung BPN. Biar rakyat tahu, mana yang klaim dengan bukti, dan pihak mana yang memprovokasi,” katanya.

Baca Juga : Polri Klaim Pelaku Teror Novel Ditangkap, Bukan Serahkan Diri

Menurut dia, dengan masa kampanye yang panjang dan hasil quick count yang bisa dipertanggung jawabkan, serta proses rekapitulasi yang akuntabel dan transparan, maka kemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin semakin pasti, tinggal legalitas KPU yang dinanti.

“Energi bangsa sudah terkuras selama 8 bulan. Sudah saatnya curahkan segala daya, bangun kemajuan negeri,” tukasnya. [DIT]