RMco.id  Rakyat Merdeka - Desas-desus Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Demokrat ikut berlabuh ke kubu Jokowi, bikin NU Jawa Timur waswas.

Mereka tak ingin jatah kursi Menteri Agama dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan diberikan kepada tokoh non-NU. Kekhawatiran ini disampaikan Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, Marzuqi Mustamar saat bertemu Cawapres 02 Ma’ruf Amin di kantor PWNU Jatim, Surabaya, Minggu (28/4).

“Kalau itu memang (PAN & Demokrat) diakomodasi, jangan sampai (diberi) Menteri Agama atau Menteri Pendidikan,” tegas Marzuqi.

Marzuqi sengaja menyampaikan itu di depan Ma’ruf. Ia menyebut hal itu adalah pesan yang ingin diusulkan para Kiai NU di Jatim. Ma’ruf menyambut baik usulan Ketua PWNU Jatim tersebut. Sayangnya, ia belum dapat memastikan bagaimana komposisi kabinetnya ke depan.

Baca Juga : Menteri Sosial Di-back Up DPR

Ma’ruf juga melihat NU memiliki potensi yang besar, untuk bisa memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap negara di masa depan. Di hadapan Nahdliyin, Ma’ruf mengucapkan terima kasih atas kemenangan sebesar 69 persen di Jatim.

Ma’ruf mengatakan, kemenangan di Pilpres, sangat ditentukan dari perolehan suara di Jatim, Jateng dan Yogtakarta. “Perolehan suara di Jatim sangat besar buat 01. Kalau Pemilu 2014, suaranya 53 persen, maka di Pemilu 2019, raihan suaranya naik menjadi 69 persen,” kata Ma’ruf, Minggu (28/4).

Mantan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini menambahkan, salah satu keberhasilan Jatim penyumbang suara besar bagi Jokowi- Ma’ruf yaitu NU. Baik NU secara struktural maupun kultural.

Kekuatan tersebut sangat solid mendukung Jokowi-Ma’ruf di Pilpres 2019. Kalau ada satu dua warga NU yang mendukung Prabowo-Sandiaga Uno, itu hal yang biasa. Namun, secara umum, kesolidan NU sangat luar biasa.

Baca Juga : Kementerian PUPR Janji Perhatikan Aspirasi Anggota DPR

“Ini sebuah kebanggaan warga NU dijadikan sebagai pimpinan nasional. Biasanya NU berada di belakang. Biasanya ada di hilir, sekarang NU sudah ditarik ke hulu. Artinya, NU ikut diajak berperan membangun bangsa. Tapi, ini sekaligus juga sebagai ujian. Bisa tidak NU melaksanakannya,” kata Ma’ruf.

Meski di sejumlah hasil hitung cepat paslon nomor urut 01 unggul, namun dirinya belum berani mengklaim menang. Sebab, kemenangan sementara ini baru sebatas penghitungan cepat dari lembaga survei.

“Saya baru siap-siap, belum menang. Pemilu sudah aman, semoga setelah pengumuman tetap aman. Saya harap semua bisa meneri- ma hasil apapun. Kan sebelumnya sudah mengatakan siap menang dan kalah,” pungkasnya.

Sebelumnya, Direktur Advokasi dan Hukum BPN Prabowo-Sandi, Sufmi Dasco Ahmad menjamin partai pendukung Prabowo-Sandi seperti Demokrat dan PAN tidak akan berpaling ke Jokowi-Ma’ruf. “Sampai sejauh ini kami melihat koalisi-koalisi masih solid, baik PAN maupun Partai Demokrat,” ujar Sufmi Dasco.

Baca Juga : Sambut Pilkada, Semua Jagoan Golkar Wajib Patuhi Protokol Kesehatan

“Kami walaupun berharap partai- partai tersebut tetap solid di Komisi Adil- Makmur, tapi kami menghormati hak politik dari masing-masing partai. Tapi kami yakin dan percaya kedua partai tersebut masih memegang komitmen bersama kami di Koalisi Adil-Makmur,” sambung Dasco.

Meski begitu, Waketum Gerindra ini menyatakan pihaknya menghormati segala keputusan partai koalisi. Dasco percaya setiap partai pasti akan memikirkan masak-masak pada setiap langkah yang diambil. [BSH]