RMco.id  Rakyat Merdeka - PDIP percaya diri menatap senang hasil pileg 2019. Partai Banteng ini yakin, Koalisi Indonesia Kerja (KIK) masih mayoritas di Senayan. Sebab hasil hitung sementara, koalisi ini meraup 349 kursi di Senayan.

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, berdasarkan simulasi sejumlah lembaga survei, Koalisi Indonesia Kerja setidaknya akan mendapatkan 349 kursi di DPR.

Jumlah tersebut sama saja dengan 60,7 persen dari total kursi DPR. Atas simulasi hitung cepat ini, Hasto percaya, PDI Perjuangan dan koalisinya di DPR mampu menjadi mayoritas di DPR.

Baca Juga : PLN Percepat Pemanfaatan Gas Untuk Sektor Ketenagalistrikan

Sehingga, kelak, mampu mendukung kinerja eksekutif dalam bingkai sistem presidensial. “Ini suatu dukungan yang akan memerkuat sistem presidensial,” ujarnya.

Hasto meyakini pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin bisa keluar sebagai pemenang Pilpres 2019. Sehingga hasil pemilu serentak menunjukkan peningkatan kualitas demokrasi di Indonesia berupa optimisme hadirnya pemerintahan yang semakin solid, efektif, dengan koalisi yang dibangun matang jauh sebelum tahapan pemilu berlangsung.

“Pemerintahan kedua Pak Jokowi tidak hanya makin efektif dan solid. Konfigurasi politik pun semakin matang dimana legitimasi yang diberikan rakyat ke Jokowi-KH Ma’ruf Amin senafas dengan kuatnya dukungan di DPR,” jelasnya.

Baca Juga : Rakor Dengan Pemprov DKI, KPK Pertanyakan Kemajuan Penagihan PSU

Kuatnya pondasi di tingkat eksekutif dan legilastif, maka PDI Perjuangan bersama koalisinya di pemerintahan diyakini Hasto, pasti mampu menangkal semua isu dikembangkan pihak tertentu yang mencoba melakukan gerakan menghasut rakyat.

Sebab, para penyebar isu secara tidak langsung berhadapan dengan rakyat. Dia juga mengaskan, kebenaran hasil survei semakin kuat. Kalaupun ada pihak berterikan terjadi kecurangan, maka itu hal bisa terjadi dalam pilkada, pileg dan pilpres. Kesemuanya bagian dari dinamika pemilu.

“Kita move on saja. Saatnya bicara Indonesia ke depan, bagaimana struktur kabinetnya, apa skala prioritas kebijakan Pak Jokowi dan lain-lain,” ujarnya.
 Selanjutnya