Tunda Kampanye, Maruf Keseleo

Cawapres 01 KH Maruf Amin (kanan), saat blusukan bersama Capres 01 Joko Widodo. (Foto: IG @jokowi_marufaminofficial)
Klik untuk perbesar
Cawapres 01 KH Maruf Amin (kanan), saat blusukan bersama Capres 01 Joko Widodo. (Foto: IG @jokowi_marufaminofficial)

RMco.id  Rakyat Merdeka - KH Ma'ruf Amin batal menghadiri acara istighosah yang digelar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), untuk meminta keselamatan bangsa jelang Pemilu 2019 di Garut, Jawa Barat, Senin (3/12). Kabarnya, sang Kyai tak hadir karena sakit.

Istighosah dilaksanakan di lapangan Sarana Olahraga (SOR) Merdeka Kerkhoff, Jalan Merdeka Tarogong Kidul, Garut Jawa Barat, kemarin (4/12). Dalam acara tersebut, massa membawa bendera merah putih dan bendera NU. Acara dimulai sekitar pukul 10.00 WIB dengan sambutan dari para pengurus NU. Baik dari kabupaten, provinsi, maupun pengurus pusat. Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jabar KH Abdul Mujib mengklaim, peserta yang hadir mencapai 30 ribu orang. Mereka berasal dari 300 pesantren yang ada di sekitar Garut.

Baca Juga : Kongres Ulama Tolak Omnibus Law, Kiai Ma`ruf Turun Tangan

Menurutnya, istighosah bertujuan meminta perlindungan agar Indonesia tetap damai menjelang pemilu. "Tujuannya, kita mohon kepada Allah SWT agar negara Indonesia tetap aman, damai, apalagi kita mau pilpres. Tidak ada kisruh, tidak ada hal yang tidak diharapkan," ujar Mujib kepada wartawan di lokasi istighosah, Senin (4/12).

Sekitar 2 jam mendengar sambutan dan ceramah, acara diakhiri sekitar pukul 12.00 WIB dengan doa bersama. Semula acara ini akan dihadiri Mustasyar PBNU KH Ma'ruf Amin. Namun Ma'ruf batal datang lantaran tidak bisa meninggalkan Jakarta. "Ada kegiatan yang tidak bisa ditinggalkan," kata Mujib.

Baca Juga : PLN Raih Penghargaan IndonesianĀ CSR Brand Equity Award 2020

Namun, Mujib tidak menampik Maruf sedang sedikit terganggu kesehatannya. "Ada kegiatan yang tidak bisa ditinggalkan. Sebelumnya beliau agak sakit keseleo, mau kunjungan ke Tasik dan Cirebon juga tidak bisa," katanya. "Kebetulan untuk hari ini, tadinya beliau kuat untuk datang cuma tidak bisa. Secara tiba-tiba, ada kegiatan yang tidak bisa ditinggalkan," imbuhnya.

Acara tersebut juga dihadiri Direktur Relawan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Maman Imanulhaq. Dia berbicara di hadapan massa. Soal tak hadirnya Kiai Maruf, anggota TKN Jokowi-Maruf, Eva Sundari mengaku tak tahu kondisi kesehatan Maruf. Putra Ma'ruf, Amin Gus Sauqi serta pengurus NU Hery Haryanto Azumi yang dikontak tidak merespons.

Baca Juga : PM Malaysia Pengganti Mahathir: Ayah Bugis, Ibu Jawa

Putra Ma'ruf, Gus Ahmad Syauqi mengamini ayahnya saat ini dalam kondisi sakit, sehingga tidak dapat blusukan dahulu. Namun, Gus Syauqi memastikan sakit yang diderita sang ayah tidak parah. "Sebenarnya, beliau hanya terkilir, tapi tidak dirasa dan dibawa jalan keliling terus oleh beliau. Jadinya bengkak. Untuk sementara, beberapa saat waktu, harus istirahat keliling dulu sampai pulih," ujarnya kepada Rakyat Merdeka, Senin (3/12).

Sebelumnya, gencar di media sosial penolakan atas Kyai Ma'ruf di sejumlah pondok pesantren di Jawa Barat. Ponpes Darul Muwahhidin, Garut menolak kedatangan cawapres nomor urut 02 itu, dengan alasan pimpinan ponpes dan seluruh santri sudah ada acara ke luar kota, yang teragendakan sejak lama. [BSH]