Dana Kampanye TKN Capai Rp 606 M, Paling Banyak untuk Operasional

Bendahara Umum TKN Wahyu Sakti Trenggono (Foto: Istimewa)
Klik untuk perbesar
Bendahara Umum TKN Wahyu Sakti Trenggono (Foto: Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin menyampaikan laporan keuangan yang diterima dan dipakai selama kampanye Pilpres ke KPU, di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis sore (2/5). Pelaporan disampaikan langsung Bendahara Umum TKN Wahyu Sakti Trenggono didampingi oleh Wakil Bendahara TKN Rerie Lestari Moerdijat dan Shelby Nugaraha Rahman.

Tim TKN tiba di Ruang Sumba Hotel Borobudur Jakarta, tempat KPU dan Bawaslu menerima laporan keuangan kegiatan kampanye, sekitar pukul 17.30 WIB. Tim datang sekitar 30 menit sebelum batas akhir penutupan penerimaan laporan. Namun, Tim TKN ini bukan yang terakhir. Setelah Tim TKN masih ada tiga partai politik lagi yang menyampaikan laporan, yakni PPP, Partai Hanura, dan Partai Berkarya.

TKN menyampaikan laporan keuangan dengan bukti-bukti dokumentasi sebanyak 12 kontainer plastik yang disampaikan ke KPU. Setelah itu, TKN juga menyampaikan risalah laporan keuangan ke KPU, Bawaslu, dan kantor akuntan publik yang ditunjuk KPU. Perwakilan ketiga lembaga tersebut berada di satu meja.

Baca Juga : Komisi VII DPR Akan Cari Jalan Keluar Masalah Larangan Ekspor Nikel

Trenggono mengakui, pelaporan tersebut sedikit mepet dengan waktu penutupan. Hal itu dikarenakan menunggu tanda tangan pada berkas-berkas berita acara laporan keuangan. Berkas berita acara laporan keuangan tersebut harus ditandatangani Ketua TKN, Bendahara TKN, serta Capres dan Cawapres 01.

"Capres masih berada di luar kota, sehingga sampai kembali ke Jakarta," tuturnya, seperti dikutip antaranews.com.

Untuk jumlah, Trenggono menjelaskan, total penerimaan uang untuk kegiatan kampanye Jokowi-Ma’ruf mencapai Rp 606.784.634.772. Sedangkan pengeluarannya sebesar Rp 601.355.468.300. “Saldo sebesar Rp 1.646.467.006. Kemudian dalam bentuk barang Rp 3.782.699.170," bebernya seperti dikutip jpnn.com.

Baca Juga : Wamen PUPR Keluhkan Pembangunan Di Daerah Lambat

Pengeluaran terbanyak TKN Jokowi-Ma’ruf adalah untuk biaya operasional. Besarnya mencapai Rp 597.923.538.119.

Trenggono kemudian merinci penerimaan dana kampanye tersebut. Yakni dari partai politik yang besarnya Rp 79.735.699.000, sumbangan dari 17 kelompok masyarakat sebesar Rp 251 miliar. Lainnya adalah sumbangan perorangan dari 252 individu yang jumlahnya Rp 21.868.477.794.

"Kemudian perusahaan sejumlah Rp 253,9 miliar. Itu terdiri dari 40 perusahaan," bebernya. [USU]