Laporan Dana Kampanye

01 (600 Miliar), 02 (200 Miliar)

Bendahara Umum Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf Sakti Wahyu Trenggono (baju putih), menyerahkan LPPDK ke KPU di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (2/5). (Foto: Istimewa).
Klik untuk perbesar
Bendahara Umum Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf Sakti Wahyu Trenggono (baju putih), menyerahkan LPPDK ke KPU di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (2/5). (Foto: Istimewa).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Tim sukses capres-cawapres serahkan laporan akhir dana masuk dan keluar selama masa kampanye. Jumlahnya beda, sumber pendapatannya juga beda.

Jokowi-Ma’ruf banyak dapat sumbangan dari pengusaha. Sementara dari kubu 02, Sandiaga Uno paling banyak merogoh kocek sendiri.

Kemarin, Kamis (2/5) adalah batas akhir Penyerahan Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Dana Kampanye (LPPDK). Penyerahan laporan ini adalah salah satu rukun pemilu. Hukumnya wajib. Yang tak melapor sanksinya berat.

Peserta pemilu, baik itu caleg atau capres yang tak melaporkan dana kampanye, bisa dicoret. KPU bisa membatalkan keterpilihan mereka. Yang menang, gak bisa dilantik.

Baca Juga : Wabah Corona Sudah Renggut 43 Nyawa, Iran Larang Warganya Keluar Rumah

Kamis (2/5), kedua kubu capres menyerahkan laporan dana kampanyenya. Kubu 02 lebih dulu datang di Hotel Borobudur, Jakarta. Tempat penyerahan memang bukan di kantor KPU, melainkan di Hotel Borobudur.

Yang datang adalah Bendahara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Thomas Djiwandono. Cawapres 02 Sandiaga Uno ikut mendampingi. Thomas menjelaskan, total penerimaan dana selama kampanye berlangsung berjumlah Rp 213,2 miliar.

Sementara total pengeluaran berjumlah Rp 211,5 miliar. Terkait sumber penerimaan, Thomas mengaku berasal dari banyak pihak. Namun sumbangan terbesar berasal dari paslon yang mencapai Rp 192,5 miliar. Sandiaga jadi penyumbang terbesar.

“Sekitar 60-an persen dari total paslon. Antara Pak Sandi dan Pak Prabowo hampir mungkin 55-45 persen kira-kira. Tetap yang paling banyak dari Pak Sandi,” jelas Thomas, usai menyerahkan LPPDK.

Baca Juga : Tingkatkan Jumlah Penumpang, MRT Dorong Integrasi dengan Transjakarta

Namun, Thomas tak dapat merinci secara spesifik berapa besaran dana kampanye yang diberikan oleh Sandiaga.

“Lebih besar Pak Sandi di angka 55, mungkin 58 persen. Beda tipis. Nanti kita break down lagi,” kata Thomas.

Sumber lainnya, berasal dari sumbangan perorangan dari masyarakat sebesar 9,3 miliar, sumbangan kelompok Rp 1,1 miliar dan sumbangan partai politik Rp 4,8 miliar.

Sementara dari sisi pengeluaran, dana kampanye Prabowo-Sandiaga paling banyak digunakan untuk bahan kampanye, sebesar Rp 60,8 miliar.

Baca Juga : Sinergi Perusahaan Anak BNI Dukung BNI Java Jazz Festival 2020

Lalu Rp 21 miliar untuk pertemuan tatap muka. Sebanyak  Rp 8,8 miliar untuk pembuatan desain alat peraga kampanye dan biaya rapat umum sebesar Rp 33,7 miliar.
 Selanjutnya