Redakan Tensi Politik

Saran SBY: Dialog...Dialog...Dialog...

Presiden RI ke-6 SBY foto bareng sejumlah tokoh Gerakan Suluh Kebangsaan yang menjenguk Ibu Ani Yudhoyono di National University Hospital, Jumat (3/5). Sejumlah tokoh tersebut antara lain mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD (duduk, kiri), Ibu Sinta Nuriyah (duduk, kedua kiri), Alissa Wahid (berdiri, keenam kiri), dan Dahlan Iskan (keenam kanan). (Foto: Twitter @mohmahfudmd)
Klik untuk perbesar
Presiden RI ke-6 SBY foto bareng sejumlah tokoh Gerakan Suluh Kebangsaan yang menjenguk Ibu Ani Yudhoyono di National University Hospital, Jumat (3/5). Sejumlah tokoh tersebut antara lain mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD (duduk, kiri), Ibu Sinta Nuriyah (duduk, kedua kiri), Alissa Wahid (berdiri, keenam kiri), dan Dahlan Iskan (keenam kanan). (Foto: Twitter @mohmahfudmd)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Di tengah situasi gaduh menanti hasil penghitungan suara resmi dari KPU, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berupaya meredakan tensi politik. Dua kubu diharapkan menahan ego. Caranya, dialog.

"Setidaknya ada ruang dialog untuk meredam,” ucap SBY di Singapura, Jumat (3/5).

SBY menyampaikan hal itu di hadapan sejumlah tokoh Gerakan Suluh Kebangsaan yang menjenguk Ibu Ani Yudhoyono. Seperti diketahui, saat ini Ibu Ani tengah berjuang melawan kanker darah dengan menjalani perawatan kesehatan di National University Hospital (NUH) Singapura.

Tokoh yang menjenguk antara lain, Ibu Shinta Nuriyah Wahid dan putrinya, Alissa Wahid. Ada juga mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, mantan Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan dan Rohaniawan Romo Benny Susetyo.

Baca Juga : Negatif Corona, Kepala PPATK Meninggal Karena Komplikasi

Kedatangan mereka disambut SBY dan putranya Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) serta politisi Partai Demokrat Amir Syamsuddin. Menurut SBY, dialog bisa menjadi peredam tensi politik, jika dilakukan dengan baik dan rutin. Tapi, dialog tak bisa meredakan tensi, jika hanya dilakukan satu kali. Intinya, upaya harmonisasi harus terus dilakukan setelah Pilpres 2019.

"Tentu, kita tidak bisa berharap sekali dialog akan menghasilkan suatu solusi. Perlu terus-menerus, mengedepankan upaya rekonsiliasi. Saya berharap, ada rekonsiliasi pasca pilpres ini,” katanya.

Ada tiga saran dari SBY untuk mencari jalan keluar dari kegaduhan ini yakni compromise; take and give dan win-win solution. Mendengar saran SBY, Mahfud MD mengamini yang diperlukan dalam situasi seperti sekarang adalah menekan ego. Di antaranya dengan dialog. Ini dilakukan untuk menjaga persatuan bangsa. “Saya berharap ada rekonsiliasi pasca pilpres,” harap Mahfud.

Di luar membahas soal masalah kondisi bangsa, Dalam kesempatan ini, Mahfud mengajak rombongan berdoa bersama untuk kesembuhan Ibu Ani.

Baca Juga : Corona Mewabah, Aa Gym Hentikan Sementara Kegiatan Pesantren

Pengamat Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, Adi Prayitno menyambut baik upaya SBY meredam tensi politik dengan menyarankan dialog. Baiknya, upaya serupa dilakukan para tokoh bangsa.

"SBY itu negarawan, ini bukan pertama. Sebelumnya SBY juga berani menegur Prabowo menjelang kampanye akbar di Gelora Bung Karno,” ujar Adi kepada Rakyat Merdeka, Jumat (3/5).

“Saat itu, SBY khawatir dengan adanya politik identitas,” tambahnya.

Sikap SBY ini, katanya, bisa memberi peluang AHY di panggung politik. Apalagi, sebelumnya AHY bertemu langsung Jokowi di Istana. Tidak dipungkiri, AHY memang perlu panggung menuju Pilpres 2024. Meski demikian, Adi menyarankan Demokrat lebih baik menjadi oposisi pemerintah, lantaran memiliki sumber daya serta mesin politik yang memadai.

Baca Juga : Daruba, Maluku Utara Digoyang Gempa M5.2, Tidak Berpotensi Tsunami

“Justru kalau merapat ke pemerintah, Demokrat hanya akan menjadi buih di lautan. Dignity sebagai partai yang menang pilpres dua periode bakal hilang,” kata Adi. [BSH]