Tak Dilapori AHY Saat ke Istana

Sandi, Emang Situ Bos

Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno (Foto: Istimewa)
Klik untuk perbesar
Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno (Foto: Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Sampai akhir pekan kemarin, pertemuan Jokowi dengan AHY di Istana masih jadi sorotan elite politik. Perdebatan makin sengit setelah Sandiaga Uno mengungkapkan, AHY tak melaporkan rencana pertemuan itu kepada BPN Prabowo-Sandi. Warganet cepat merespons. Ada yang menilai Demokrat offside. Ada yang meledek, memang Sandi siapa, sampai harus melapor dulu.

Berbeda dengan Ma’ruf Amin, kegiatan Sandiaga Uno setelah pencoblosan masih padat merayap. Eks wagub DKI Jakarta itu masih berkegiatan seperti saat kampanye dulu. Menemui relawan bahkan kembali berkeliling ke berbagai daerah. Setelah berkeliling di Jakarta, daerah yang pertama dikunjunginya adalah Aceh dan Medan. Di dua daerah itu, Sandi masih mendapat sambutan meriah.

Kemarin, kepada awak media, Sandi menjelaskan perihal kegiatan yang oleh BPN diberi tajuk Safari Terima Kasih. Sandi mengatakan, kegiatan itu untuk menyerap aspirasi masyarakat. Dia bilang, akan terus melanjutkan kegiatan menyapa masyarakat. Baik yang sudah memilihnya maupun tidak.

Baca Juga : Kapuspen: Mendagri dan Istri dalam Kondisi Sehat Walafiat

“Ini bukan lagi tentang kalah menang, tapi tentang fairness. Itu yang saya inginkan diteruskan agar kualitas pemilu ditingkatkan," kata Sandi saat mengawali bincang-bincang dengan media di kediamannya, Jalan Jenggala II, Jakarta Selatan, kemarin.

Dalam kesempatan itu, Sandi juga mengomentari berbagai isu politik termutakhir. Salah satunya, pertemuan Jokowi dengan AHY di Istana Merdeka, beberapa waktu lalu. Pertemuan ini bikin heboh. Bikin geregetan kubu Prabowo-Sandi. Apalagi ada yang menganggap pertemuan itu sebagai cara Jokowi merangkul Demokrat. Artinya, ada kemungkinan Demokrat keluar dari koalisi Prabowo-Sandi. Akibat pertemuan ini pula, rencana pertemuan Prabowo dengan SBY di Singapura Jumat kemarin, urung terlaksana.

Soal itu, Sandi mengakui pertemuan itu memang mengejutkan. Soalnya tanpa ada kabar sebelumnya. "Mas AHY tidak berkoordinasi dengan kami (BPN Prabowo-Sandi), walaupun begitu ya saya husnudzon saja," kata Sandi. Dia mengaku tak keberatan dengan pertemuan itu. "Saya pikir ini untuk kebaikan bangsa," ungkapnya. Soal Demokrat yang disebut-sebut akan menyebrang, Sandi tak mau berburuk sangka. Dia yakin koalisi Prabowo-Sandi akan tetap solid.

Baca Juga : Donald Trump Tidak Terjangkit Virus Corona

Komentar Sandi ini memanaskan jagat Twitter. Publik terbelah menyikapinya. Ada yang menganggap komentar Sandi menegaskan bahwa Demokrat memang tak punya itikad baik dalam berpolitik. Tidak gentle. Belum kelar sama BPN tapi sudah lirik sana-sini. “Jadi ketahuan siapa yang jual diri sana-sini,” cuit @pribumiorg.

Sementara menurut @agusta_515 wajar saja jika AHY bertemu tanpa bilang-bilang. “Pertanyaanya begini, ngapain pula harus konfirmasi ke BPN? Apa urusannya? Emang BPN bos? Jadi tim pemenangan saja gagal, calonnya KO,” cuitnya. “Untuk apa lapor, kan bukan bahas politik,” timpal @ari_GNR. “Gimana mau lapor, lha wong AHY-nya sudah kebelet bertemu Jokowi,” sindir @#netral.

Sementara, sikap Demokrat terhadap pertemuan itu mulai berubah. Sebelumnya, Demokrat menepis bahwa pertemuan Jokowi dengan AHY sebagai sinyal untuk menyebrang. Politikus Demokrat Ferdinand Hutahahean mengatakan, pertemuan itu sebagai sinyal bahwa Demokrat akan merapat ke Jokowi. "Bicara sinyal, ini kan tergantung Pak Jokowi. Apakah Pak Jokowi akan ajak Partai Demokrat atau tidak, itu kan hak Beliau," kata Ferdinand di Kantor KPU, Jakarta, kemarin.

Baca Juga : Presiden dan Wapres Semoga Tidak Kena

Apalagi menurut dia, Demokrat selama ini tidak pernah mendeklarasikan diri sebagai partai oposisi. Dia mengatakan, DNA Partai Demokrat itu sebagai penyeimbang atau partai tengah. Ketika ada kebijakan yang baik untuk rakyat maka partai akan dukung, sekalipun partai koalisi pemerintah atau pun oposisi. "Kita tidak boleh ada bicara lawan politik, musuh politik. Dan semua pihak kita harus mampu berdiri.

Sebelumnya, menanggapi manuver AHY tersebut, anggota Dewan Pengarah BPN Prabowo-Sandi, Fadli Zon menyebut membebaskan kepada Demokrat untuk menentukan sikapnya pascapencoblosan pemilihan presiden 2019. "Terserah. Orang kan bisa saja mengambil sikap nantinya," kata Fadli. [BCG]