TKN Yakin Pemilu 2019 Berlangsung Jurdil

Keluh Kesah Prabowo Bertolak Belakang dengan Sikap Para Pemimpin Dunia

Presiden Jokowi bersama Ibu Iriana usai coblosan di TPS 008, Pelataran Gedung Lembaga Administrasi Negara, Jakarta, Rabu (17/4). (Foto: Oktavian Surya Dewangga)
Klik untuk perbesar
Presiden Jokowi bersama Ibu Iriana usai coblosan di TPS 008, Pelataran Gedung Lembaga Administrasi Negara, Jakarta, Rabu (17/4). (Foto: Oktavian Surya Dewangga)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Sejumlah pemimpin dunia memberi ucapan selamat atas penyelenggaraan  Pilpres dan Pileg 2019. Mereka antara lain Perdana Menteri Inggris Theresa May, Duta besar Korea Selatan untuk Indonesia Kim Chang-Beom, Duta Besar Jerman untuk Indonesia Peter Schoof, Duta Besar Denmark untuk Indonesia Rasmus Kristensen, Duta Besar Australia untuk Indonesia Gary Quinlan, serta  Presiden International Foundation om Electoral System Anthony Banbury.

“Ucapan selamat itu menunjukkan Pilpres dan Pileg di Indonesia  berlangsung jujur, adil, transparan, aman dan demokratis, sesuai dengan  standar internasional,” kata Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-KH Ma’ruf Amien, Abdul Kadir Karding seperti dalam keterangan yang diterima redaksi, Selasa (7/5).

Baca Juga : Sosialisasi Empat Pilar MPR di Gorontalo, Fadel Cerita Usulan Amandemen UUD 1945

Di sisi lain, Senin (6/5), Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto berbicara dengan sejumlah perwakilan negara asing serta media asing. Dalam kesempatan itu, Prabowo berkeluh kesah dan menuding Pemilu 2019 penuh kecurangan. Menurut Kadir Karding, tudingan Prabowo itu tanpa bukti dan jelas  bertolak belakang dengan apresiasi yang disampaikan banyak pemimpin dunia atas penyelenggaraan Pemilu 2019 di Indonesia.

“Jelas pernyataan  Prabowo itu ialah upaya mendelegitimasi penyelenggaraan Pemilu 2019 yang sangat bertolak belakang dengan fakta bahwa Pilpres dan Pileg berlangsung jujur, adil, transparan, aman, dan demokratis, sehingga mendapat pujian dari banyak pemimpin dunia,” tegas politisi PKB ini.

Baca Juga : 188 WNI Dari KRI dr Suharso-990 Mulai Jalani Tahapan Observasi

Karding mengaku heran, Prabowo yang awalnya mendeklarasikan diri menang  dalam Pilpres dengan perolehan suara 62 persen kini banting setir dengan  menuding Pemilu penuh kecurangan. 

“Ini bagaimana, katanya menang, tapi  kok menuduh Pemilu curang. Jangan-jangan karena tidak bisa membuktikan  kemenangan, kini beralih ke narasi curang. Ya kalau punya bukti pemilu  curang bawa ke Bawaslu, jangan berkeluh kesah kepada asing,” ujar  Karding.

Baca Juga : Cari Nurhadi di Senopati, KPK Pulang dengan Tangan Hampa

Karding menambahkan, Jokowi-Kiai Ma’ruf serta TKN mulai move on untuk  memperkuat demokrasi. “Kepercayaan publik kepada institusi-institusi   demokrasi harus kita perkuat dengan melanjutkan konsolidasi demokrasi  melalui reformasi sistem kepartaian,  pemilu dan lembaga perwakilan,”  pungkasnya. [USU]