Rekapitulasi Suara di Kabupaten Bekasi Diwarnai Kericuhan

Kericuhan dalam rekapitulasi di Kabupaten Bekasi (Foto: Dok. Pribadi)
Klik untuk perbesar
Kericuhan dalam rekapitulasi di Kabupaten Bekasi (Foto: Dok. Pribadi)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Proses rekapitulasi suara Pemilu 2019 di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Rabu kemarin (8/5), sempat diwarnai kericuhan. Penyebabnya, beberapa saksi parpol curiga terjadi penggelembungan suara 10.000 untuk caleg DPR RI.

Kericuhan ini diceritakan Jiovano Nahampun, saksi dari PDIP, di Bekasi, Kamis (9/5). Dia menyebut, kericuhan terjadi saat rekapitulasi untuk Kecamatan Babelan dan Tambun Selatan.

Baca Juga : Geger Anjani Hamil Dan Corona

Di Kecamatan Babelan, kata dia, penggelembungan terjadi sekitar 300 suara per TPS untuk tingkat DPR. Hal yang sama terjadi di Kecamatan Tambun Selatan.

“Partai-partai yang dirugikan seperti Nasdem, PPP, PDIP, dan Hanura, keberatan dengan hasil penghitungan suara untuk tingkat DPR RI. Oleh sebab itu, partai-partai tersebut mendesak Panwas dan PPK menghitung ulang suara dengan membongkar kotak surat suara. Sebab indikasi penggelembungan suara disinyalir hingga hampir 10.000 suara,” tuturnya.

Baca Juga : Virus Kambing Hitam

Kata Jiovano, kecurigaan ada penggelembungan itu sudah terendus sejak awal. Yaitu ketika beberapa saksi partai menemukan ketidakcocokan antara data jumlah suara pada DAA1 (Desa) dengan data C1. Dia pun protes karena KPU seakan membela PPK.

“KPU seolah setuju dengan PPK Babelan terkait pembacaan rekapitulasi menggunakan C1 Salinan. Padahal, menurut PKPU, pembacaan rekapitulasi di tingkat PPK harus menggunakan C1-Hologram, agar keabsahan dan menjadi legal hukum,” ucapnya.

Baca Juga : Ribet, Capek, Tapi Seru

Atas hal itu, kata dia, saksi PDIP memilih walk out alias WO. Sanksi PDIP menolak hasil PPK Babelan. Dia pun meminta Panwaslu untuk bertindak atas kasus ini.

Ada pun untuk rekapitulasi Kacamatan Tambun Selatan diputuskan untuk dilakukan penghitungan ulang. Hingga saat ini, penghitungan ulang dengan membuka kotak C1 Plano untuk 10 desa masih dilakukan. [FAQ]