Rekapitulasi di Kabupaten Bekasi, PDIP Merasa Dicurangi

Caleg DPR RI dari PKS Saduddin (kiri) berjabat tangan dengan seseorang yang mirip Komisioner KPU Kabupaten Bekasi (Foto: Istimewa)
Klik untuk perbesar
Caleg DPR RI dari PKS Saduddin (kiri) berjabat tangan dengan seseorang yang mirip Komisioner KPU Kabupaten Bekasi (Foto: Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - PDIP menuding terjadi penggelembungan suara oleh PKS di Kabupaten Bekasi. Kecurigaan PDIP itu menguat dalam proses rekapitulasi suara untuk DPR RI hasil Pemilu 2019.

PDIP menemukan ada perbedaan data dari PPK Babelan, Tambun Selatan, Cibitung, dan Cikarang Barat dengan yang dipegang para saksinya. Namun, KPU Kabupaten Bekasi tidak mengubrisnya. Bahkan, saat saksi PDIP memprotes dan meminta membuka kotak suara, pihak KPU tidak bersedia melakukannya.

Baca Juga : Yang Dipertuan Agong Tunjuk Muhyiddin Yassin Jadi PM Malaysia Yang Baru

“PPK Babelan, Tambun Selatan, Cibitung, dan Cikarang Barat dibela habis-habisan Komisioner KPU Kabupaten Bekasi untuk tidak membuka kotak suara dan saat rekapitulasi di kecamatan atau PPK,” Munan Supriyanto, petinggi PDIP Kabupaten Bekasi, Kamis (9/5).

Munan menduga, ada keberpihakan salah satu komisioner KPU Kabupaten Bekasi ke PKS. Dugaan ini menguat saat ada foto mirip komisioner KPU berjabat tangan dengan Caleg DPR RI PKS Sa'duddin.

Baca Juga : Sambut Liga 1 2020, Wapres Ingin Sepak Bola yang Berakhlaqul Karimah

"Kami dari PDIP tidak mau dicurangi oleh panitia penyelenggara. Apalagi, dugaan kecurangan ini dilakukan secara struktur," kata cetusnya.

Jika kondisi itu benar, kata dia, tidak sulit untuk menggelembungkan suara PKS untuk DPR RI. "Dari awal kami sudah curiga dengan suara PKS yang terlalu tinggi di setiap TPS. Kecurigaan kami sejak di PPK Cibitung dan PPK Cikarang Barat," tambah Munan.

Baca Juga : KBRI Wellington Kumpulkan Ketua Ormas di Selandia Baru

Atas kondisi ini, dia mendesak KPU dan PPK untuk membuka kotak suara di empat kecamatan tadi. Dengan begitu, dapat dketahui, penggelombungan itu benar atau tidak. [FAQ]