RMco.id  Rakyat Merdeka - Komisi Pemilihan Umum (KPU) langsung merespons perintah Bawaslu untuk memperbaiki Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng).

Komisioner KPU Pramono Ubaid mengatakan, lembaganya sudah menjalankan perintah Bawaslu untuk memperbaiki prosedur input data Situng. Perbaikan dimaksud adalah koreksi begitu ada kesalahan input yang disebabkan human error.

Baca Juga : BNI Griya Expo Online 2020, Beli Rumah Jadi Lebih Mudah

“Perintah Bawaslu agar KPU memperbaiki prosedur dan tata cara Situng juga sudah sejalan dengan komitmen KPU untuk melakukan koreksi jika ada laporan/temuan salah input. Sejak awal telah kami tegaskan, bahwa KPU terbuka atas laporan dan masukan publik. Jika informasi itu benar, kami perbaiki,” kata Pramono dalam keterangan tertulis, di Jakarta, kemarin.

Putusan Bawaslu, lanjutnya, sesuai dengan fungsi Situng. Yakni sebagai informasi, bukan sebagai penetapan sah hasil pemilu.

Baca Juga : PBSI Home Tournament, Apriyani/Mychelle Hadapi Ribka/Fadia di Final

“Bawaslu sebenarnya menegaskan proses penetapan hasil-hasil pemilu bukanlah melalui Situng, karena pemilu kita masih manual berbasis rekapitulasi secara berjenjang,” jelasnya.

Tapi, KPU mengapresiasi perintah dan koreksi Bawaslu atas Situng. “KPU menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bawaslu karena memiliki komitmen sama kuat dengan KPU dalam hal keterbukaan informasi publik, sehingga Bawaslu tidak memerintahkan KPU untuk menutup Situng.

Baca Juga : Ketua KPK: Korupsi Juga Kejahatan Kemanusiaan

Kami memandang bahwa Bawaslu telah memahami sepenuhnya fungsi penting Situng sebagai media informasi yang bagi publik, bukan hanya Paslon, untuk mengetahui hasil pemilu dari seluruh wilayah Indonesia,” pungkasnya. [EDY]