RMco.id  Rakyat Merdeka - Menjelang sahur, KPU resmi mengumumkan hasil rekapitulasi Pemilu 2019, Selasa (21/5). Hasilnya, pasangan Jokowi-Ma’ruf unggul di 21 Provinsi dengan perolehan 85,6 juta suara (55,5 persen). Sementara Prabowo-Subianto menang di 13 provinsi dengan perolehan 68,6 juta suara (44,5 persen).

Untuk ketiga kalinya (Pilpres 2009, 2014, dan 2019) Prabowo kembali jadi juara 2. Menyikapi hasil ini, Prabowo langsung menggelar rapat internal dengan jajaran BPN.

Pukul 09.50 WIB, Prabowo tiba di kediamannya, Kertanegara IV, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Dia didampingi Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sugiono. Di sana sudah ada beberapa jajaran BPN.

Baca Juga : Batasi Kerumunan, Peserta Kampanye Kudu Lebih Kreatif

Di antaranya, Direktorat Hukum dan Advokasi BPN Habiburokhman dan juru kampanye nasional BPN Yusuf Muhammad Martak. Menyusul pula Direktur Hukum dan Advokasi BPN Sufmi Dasco Ahmad, Sekjen Demokrat Hinca Panjaitan, Sekjen Berkarya Priyo Budi Santoso, dan Ketum Gerindra Ahmad Muzani.

Yang tidak terlihat, hanya Sekjen PAN. Yang ada dari partai matahari terbit itu hanya Amien Rais. Sandiaga Uno, pasangan Prabowo, tiba pukul 10.30 WIB. Singkat menyapa wartawan, dia langsung masuk ke dalam.

Kemudian, satu per satu tokoh pendukung 02 mulai hadir. Dari Titiek Soeharto, hingga Rachmawati Soekarnoputri. Pukul 12.30 WIB, didampingi para tokoh tadi, Prabowo menggelar konferensi pers.

Baca Juga : Polisi Jaring 221 Pelanggar

Konferensi pers ini digelar beberapa menit sebelum Jokowi dan Ma’ruf juga menyampaikan pidato kemenangan. Prabowo mengawali konferensi pers dengan menyebut, pengumuman KPU dini hari kemarin begitu janggal.

“Senyap senyap begitu, hehehehe. Di saat orang masih tidur atau belum tidur,” sindirnya sambil tertawa. Sandiaga Uno dan beberapa tokoh yang berdiri di belakangnya sebagian ikut tertawa.

Prabowo berpidato dengan membaca secarik kertas yang dipegang tangan kirinya. Sementara tangan kanannya memegang kacamata. Pernyataan Prabowo tegas. Menolak hasil Pilpres yang diumumkan KPU. Alasannya, karena penghitungan suara KPU disebutnya bersumber pada kecurangan.

Baca Juga : Artis Sahrul Gunawan Dan Pemain Bola Akan Berebut 2 Juta Suara

Padahal, kata eks Danjen Kopassus ini, kubunya sudah memberi kesempatan kepada KPU untuk memperbaiki seluruh proses sehingga benar-benar mencerminkan hasil Pemilu yang jujur dan adil.

Namun hingga pada saat terakhir, Prabowo menilai tidak ada upaya yang dilakukan KPU untuk memperbaiki proses tersebut. Menyikapi hasil ini, Prabowo memastikan akan terus melakukan seluruh upaya hukum sesuai konstitusi.

Upaya hukum dan upaya konsitusional lainnya itu dilaksanakan untuk membuktikan kepada rakyat bahwa dirinya dan Sandi sungguh-sungguh menjunjung tinggi hukum dan demokrasi.
 Selanjutnya