Sudah Dikirim Utusan, Sekarang Minta Ditelepon Jokowi

Prabowo, Dikasih Hati Minta Jantung

Capres 02 Prabowo Subianto (Foto: Rakyat Merdeka)
Klik untuk perbesar
Capres 02 Prabowo Subianto (Foto: Rakyat Merdeka)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Setelah menolak utusan Jokowi, kini Prabowo malah minta ditelepon Jokowi untuk melakukan pertemuan. Prabowo udah dikasih hati malah minta jantung.

Permintaan agar Jokowi menelepon Prabowo dikemukakan Jubir BPN Andre Rosiade. Menurut politikus Gerindra itu, Jokowi tidak perlu gembar-gembor di media untuk bertemu dengan Prabowo. Tak perlu pula kirim utusan. Tinggal telepon saja.

"Kalau mau rekonsiliasi, silakan telepon langsung Pak Prabowo. Keduanya kan selama ini berhubungan baik. Ajudan Pak Jokowi punya nomor telepon ajudan Pak Prabowo, bisa bicara langsung di telepon," ujar Andre dalam diskusi Polemik MNC Trijaya ‎di Jakarta Pusat, kemarin pagi.

Andre menyebut, baiknya hubungan antara Prabowo dan Jokowi tak perlu diragukan lagi. Dia mengingatkan, Prabowo merupakan orang yang membawa Jokowi ke Jakarta, hingga sukses menjadi gubernur. Prabowo-lah yang meyakinkan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri agar bersedia mencalonkan Jokowi sebagai DKI 1.

Andre pun menyebut, Prabowo siap bertemu Jokowi, jika memang petahana itu melakukan langkah yang konkret. Bukan basa-basi politik yang selama ini digembor-gemborkan ke media. "Insyaallah Pak Prabowo punya sikap patriotik. Demi kepentingan bangsa dan negara, Pak Prabowo bisa ketemu dengan Pak Jokowi, anytime," tegas Andre. "Saya bisa pastikan, pertemuan itu bisa terjadi tanpa ada basa-basi politik."

Berita Terkait : Hasil Survei, Sandi Mulai Pepet Prabowo dan Anies

Hal yang sama diungkapkan oleh pasangan Prabowo dalam Pilpres 2019, Sandiaga Uno. Menurut Sandi, Prabowo siap bertemu kapan saja dengan Jokowi. Eks wali kota Solo itu, kata Sandi tinggal menentukan waktu untuk mengundang Prabowo.

"Untuk silaturahmi, Pak Prabowo selalu membuka pintu dan menunggu waktunya kapan. Pak Jokowi tentukan jam empat misalnya di Istana Bogor, kami datang," ujarnya usai menghadiri acara di Masjid Raya Palapa Baitus Salam, Pasar Minggu, kemarin.

Permintaan Prabowo itu sontak dikritik Juru Bicara TKN Jokowi-Ma'ruf, Irma Suryani Chaniago. Irma menyebut, sikap itu arogan dan mau menang sendiri. Irma awalnya menjelaskan, ada 2 jenis manusia. Satu, manusia berakhlak dan bermartabat. Sementara jenis kedua, tidak berakhlak dan tidak bermoral.

"Negarawan itu jenis yang pertama, berakhlak dan bermartabat, punya malu dan tau malu, punya harga diri dan menjaga harga diri," tutur Irma saat dikontak Rakyat Merdeka, semalam.

Nah, Irma kemudian mengaitkannya dengan menjaga silaturahmi, yang merupakan bagian dari sifat manusia yang berakhlak. "Sedangkan arogan dan mau menang sendiri itu bagian dari manusia yang tidak tau malu dan tidak bermartabat," sindirinya.

Berita Terkait : Emil Baik-baikin Prabowo

Sementara Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding menyebut, soal telepon hanya masalah teknis. Selama ini, Jokowi telah proaktif untuk mengupayakan pertemuan dengan Prabowo.

Jokowi sendiri sudah menginisiasi pertemuan kebangsaan dengan sejumlah tokoh dari kubu sebelah. Di antaranya, Ketum PAN Zulkifli Hasan dan Komandan Kogasma Partai Demokrat (PD) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Juga, pertemuan dengan sejumlah tokoh nasional seperti Presiden RI ke-3 BJ Habibie dan mantan wapres Try Sutrisno.

Dia pun meminta Prabowo untuk terbuka. "Tentu kalau benar Pak Prabowo terbuka untuk berkomunikasi, tentu segala upaya dan cara-cara secara teknis tentu itu akan dapat di-follow up dengan baik," ujar Karding, kemarin. "Beliau (Jokowi) telah proaktif (menghubungi Prabowo). Beliau concern banget soal upaya mempersatukan Indonesia," imbuh politikus PKB itu.

Jokowi sendiri mengaku sudah lama ingin bertemu dengan Prabowo. Jokowi menilai pertemuan dengan Prabowo akan mendinginkan tensi politik pascapemilu. Pertemuan itu dinilai memberi dampak positif kepada masyarakat. Jokowi menyebut para elite politik seharusnya menunjukkan kerukunan agar ditiru akar rumput.

"Pertemuan dengan Prabowo akan dilihat baik oleh rakyat. Mendinginkan suasana, bahwa elite-elite politik rukun-rukun saja. Enggak ada masalah. Saya kira paling penting itu. Kalau elitenya rukun baik-baik saja, di bawah akan dingin, akan sejuk," kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (24/5) kemarin.

Berita Terkait : ``Pak Prabowo Ya Menteri Rasa Menhan, Ha..ha..ha...``

Sehari sebelum Jokowi bicara, Prabowo bertemu dengan Wapres Jusuf Kalla alias JK. Jokowi mengatakan, pertemuan itu hasil inisiatifnya bersama JK. Ia juga tak membantah agenda itu bertujuan memuluskan rencananya bertemu langsung dengan Prabowo. Namun, Jokowi masih menunggu laporan dari JK soal hasil pertemuan tersebut.

Di jagad Twitter, sikap kubu Prabowo ini dikritik netizen. "Udah dikirim utusan, masih minta ditelepon, Prabowo dikasih hati minta jantung nih," cuit @AlsNugrahaa. Akun @racheel_sibuea menyebut sikap itu tak etis. Seharusnya, yang kalah menelepon yang menang. "Yang etis yang kalah telpon yang menang," kicaunya.

"Begitu lah ya kampret pemikirannya emang selalu kebalik sih," sambung @silviasrwjy. "Mungkin disamakan seperti orang sakit. Yang waras dihimbau besuk ke RS," sambar @KusmanSasono1, menyindir. [OKT]