Hadapi Gugatan Prabowo Cs

TKN Takut MK Diserang Opini Peradilan Sesat

Gedung Mahkamah Konstitusi. (Foto: Istimewa).
Klik untuk perbesar
Gedung Mahkamah Konstitusi. (Foto: Istimewa).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf mengapresiasi gugatan yang diajukan pihak Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Namun, TKN khawatir adanya pembentukan narasi dari luar persidangan. Hal itu disampaikan Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf, Arsul Sani dalam keterangannya Minggu (26/5).

Menurutnya, narasi di luar persidangan dikhawatirkan bisa mempengaruhi persidangan. “Kami tidak khawatir dengan permohonan paslon 02. Yang menjadi concern kami adalah pembentukan narasi di luar persidangan bahwa MK nya seolah-olah tidak akan bisa adil,” ujar Arsul Sani.

Berita Terkait : Perkuat Diplomasi Pertahanan, Prabowo Kunjungan Kerja Ke Abu Dhabi

Dari narasi ketidakadilan lembaga peradilan sekelas MK itu sangat rentan terjadinya hal yang tidak terduga. Salah satunya, bisa membakar akar rumput. Maka Arsul kembali meminta kepada BPN Prabowo-Sandi untuk konsisten membawa sengketa hukum ke MK tanpa ada narasi yang mendelegitimasi.

“Karena sudah membawa sengketanya ke MK maka jangan kemudian menyampaikan narasi-narasi yang mendelegitimasi MK sebagai lembaga negara,” sambung Arsul.

Walaupun meminta keadilan di ruang sidang, Sekretaris Jendral PPP itu sangat paham situasi yang dihadapi oleh tim Prabowo-Sandi. Dia menyarankan lebih baik mengeluarkan narasi positif selama berlangsungnya persidangan dan menyerahkan sepenuhnya kepada MK.

Berita Terkait : Hasil Survei, Sandi Mulai Pepet Prabowo dan Anies

“Tetapi kalau belum apa-apa sudah bicara agar MK jangan menjadi mahkamah kalkulator dan diperhadapkan dengan posisi mahkamah keadilan, maka ini merupakan misleading opinion building atau pembentukan opini yang menyesatkan,” tuturnya.

Mantan Hakim MK Maruarar Siahaan juga menyampaikan adanya kekhawatiran narasi terhadap bekas lembaga yang diembannya itu. Seperti misalnya saja Ketua Tim BPN Bambang Widjojanto yang sedari awal gugatan meragukan integritas MK.

“Ini berbahaya sekali. Dia mau membangun opini apabila MK nanti menolak gugatan kubu 02, maka lembaga ini korup dan bagian dari pemilu curang,” kata Maruarar, Sabtu (25/5).

Berita Terkait : Pasca Putusan MK, APPI: Leasing Masih Bisa Tarik Kendaraan

Dia mengimbau kepada BW dan seluruh elit di kubu oposisi untuk menahan diri dalam mengeluarkan pernyataan yang mendelegitimasi. Maruarar melihat bahwa jika narasi ini dibangun bisa membangunkan amarah massa di akar rumput. “Pernyataan BW itu justru memanas-manasi akar rumput. Situasi begini berbahaya sekali,” ujarnya.
 Selanjutnya