RMco.id  Rakyat Merdeka - Digadang sebagai runner up dalam perolehan kursi DPR, Partai Golkar mulai ancang-ancang menyiapkan sosok untuk duduki ketua MPR.

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menjelaskan, alasan partainya ingin incar kursi Ketua MPR karena lebih berhak lantaran partainya calon pemenang kedua Pileg 2019.

Menurut Airlangga, saat ini Golkar baru dipastikan memperoleh kursi wakil ketua DPR. Tapi, pencapaian itu kemungkinan bertambah dengan kursi ketua MPR.

Berita Terkait : Airlangga Tunjuk Supriansa Jadi Ketua Bakumham Partai Golkar

“Kalau di DPR sudah jelas berdasar perolehan kursi. Golkar di situ dapat wakil ketua. Tapi, dalam konvensi koalisi mendukung Presiden akan mendukung paket dalam MPR. Untuk itu usulannya karena Golkar pemenang kedua, Golkar sebagai ketua MPR,” ujarnya, kemarin.

Menteri Perindustrian ini menambahkan, usulan itu baru akan dibahas bersama partai koalisi pengusung Presiden Jokowi di Pilpres 2019. Pembicaraan itu akan dimulai setelah KPU mengumumkan resmi pemenang Pilpres 2019. “Tentu kita akan berunding antar partai koalisi. Kemudian nanti siapa yang akan diusung,” ungkapnya.

Sekjen Golkar Lodewijk Fredrich Paulus mengatakan, pihaknya akan berusaha melobi partai yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Kerja untuk bisa menduduki posisi ketua MPR.

Berita Terkait : Airlangga: Calon dari Golkar Harus Jadi Panutan Dalam Disiplin Protokol Kesehatan

“Dalam konteks koalisi ini, pemenang nomor dua adalah menjadi ketua MPR itu patron yang kita bangun, namun dalam perjalanannya penuh dinamika, sehingga perlu ada pendekatan-pendekatan lagi kepada partai-partainya, katakan sembilan partai politik yang pendukung Pak Jokowi,” kata Lodewijk.

“Nah, itu yang tentunya lobi-lobi politik akan terus dilanjutkan untuk mendapatkan kesepakatan,” sambung dia. Dia menambahkan, seharusnya partai politik sudah mengerti partai mana saja yang seharusnya menempati kursi pimpinan DPR maupun MPR. Sebab, aturan itu sudah ada dalam Undang-undang.

“Orang kan sudah ngerti semuanya. Sudah ngerti siapa sih yang nomor satu terus kita mau komplain kan gak. Siapa yang nomor dua ya kita juga sudah ngerti seharusnya ada pengertian. Dan ini semuanya sudah dibicarakan sebelum kita tahu ini,” tandasnya.

Baca Juga : Herd Immunity

Diketahui, Senin (27/5) Dewan Pakar Partai Golkar merilis sembilan nama bakal calon pimpinan MPR, DPR, dan fraksi DPR yang akan diajukan untuk periode 2019-2024.

Ketua Dewan Pakar Partai Golkar, HR Agung Laksono menyebut sembilan nama itu adalah Zainudin Amali, Agun Gunanjar, Bambang Soesatyo, Ridwan Hisyam, Ace Hasan Syadzily, Ferdiansyah, Aziz Syamsudin, Abdul Kahar Muzakir dan Markus Melchias Mekeng.
 Selanjutnya