Gelembung Suara Caleg, Ketua PPK Cilincing Jadi Tersangka

Klik untuk perbesar
Seorang petugas sedang mendata kotak suara Pemilu 2019//Ilustrasi. (Foto: Dwi Pambudo/RM)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Satreskrim Polres Jakarta Utara menetapkan Idi Amin sebagai tersangka dugaan penggelembungan suara Calon Anggota Legislatif pada Pemilu 2019. Idi Amin merupakan Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara. 

Dari salinan surat pemberitahuan penetapan tersangka yang diterima redaksi, penetapan tersangka ini setelah Satreskrim Polres Jakarta Utara melakukan gelar perkara. Kasat Reskrim Polres Jakarta Utara AKBP Imam Rifai menyampaikan, Idi diduga melanggar pasal 505 UU No 7/2017 Tentang Pemilu Jo pasal 55 ayat 1 KUHP. 

Baca Juga : Tak Masalah, Menag Dari Militer

"Itu terjadi pada masa rekapitulasi perolehan suara di tingkat PPK di Dapil (Daerah Pemilihan) 2 Cilincing dan Koja," kata Imam Rifai saat dikonfirmasi, Sabtu (15/6). 

Penetapan status tersangka itu, sambung Imam, sudah diambil Polisi sejak 14 Mei 2019. Selain Idi Amin, Polres Jakarta Utara juga telah melayangkan surat pemberitahuan penetapan tersangka kepada empat orang lainya yakni KRA, H, IB dan MN.   

Baca Juga : JK: Fachrul Paham Agama Lho

Kasus ini bermula saat Ketua DPC Partai Demokrat Jakarta Utara Zulkarnaen melaporkan 27 dugaan pelanggaran Pemilu ke Panwaslu Jakarta Utara. Laporannya berupa dugaan penggelembungan suara yang dilakukan salah satu caleg dan oknum petugas KPU Jakarta Utara.

Penggelembungan suara dan pencurian data ini dilakukan saat rekapitulasi tingkat KPU Kota yang diduga dilakukan secara sengaja. Penggelembungan ini diduga atas perintah seseorang yang diduga oknum caleg dan melibatkan oknum PPK. [DIDO]