Kelelahan Pimpin Sidang, Pak Anwar Diserang Virus

Klik untuk perbesar
Ketua MK Anwar Usman. (Foto: Dwi Pambudo/Rakyat Merdeka)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Ada kejadian menarik saat sidang sengketa pemilu legislatif di Mahkamah Konstitusi (MK), kemarin. Ketua MK Anwar Usman yang memimpin sidang sempat digantikan hakim lain. Rupanya, Anwar pergi berobat ke rumah sakit karena kelelahan. Warganet pun mendoakan semoga Anwar cepat sembuh. 

Jadwal sidang sengketa pemilu legislatif di MK memang begitu padat merayap. Hampir setiap hari sidang digelar. Maklum, ada 122 perkara yang harus segera diputus. Mungkin karena harus terus-terusan memimpin sidang, Anwar pun kelelahan. Sampai harus pergi ke rumah sakit.

Kabar Anwar berobat ke rumah sakit itu terungkap dalam sidang kemarin. Ceritanya, Anwar bersama Hakim Enny Nurbaningsih dan Arief Hidayat memimpin sidang untuk 7 perkara di Provinsi Papua Barat. Sidang yang beragendakan pemeriksaan saksi dimulai pukul 8.15 pagi. Awalnya sidang berjalan seperti biasa. Para saksi disumpah terlebih dahulu sebelum memberi kesaksian. Sampai sidang diskors pukul 11 siang, tak ada kejadian yang aneh-aneh.

Berita Terkait : Industri Pengolahan Bawang Merah Harus Disegerakan

Keanehan baru terlihat saat sidang dilanjutkan selepas istirahat salat Jumat, pukul 2 siang. Saat itu, Anwar sudah tak nampak di kursi ketua hakim. Tempat duduknya digantikan oleh Enny Nurbaningsih. Sementara di kursi Enny, duduk Wahiduddin Adams.  Sidang pun dibuka oleh Enny Nurbaningsih. “Skors dicabut. Sidang kembali dilanjutkan,” kata Enny. 

Kemana Anwar? Enny rupanya mengetahui keheranan yang terlihat di wajah peserta sidang. Enny bilang, Anwar sakit. "Sebelumnya, mungkin heran hakimnya ganti, ini karena Pak Anwar Usman izin sedang sakit, terkena virus. Kemarin saya (yang sakit), mudah-mudahan nanti Pak Arief tidak, ini posisi saya diganti sama Yang Mulia Wahiduddin menggantikan posisi saya, saya menggantikan posisi Yang Mulia Anwar Usman," ucapnya.


Sidang pun kembali dilanjutkan mendengarkan saksi. Setelah satu jam berjalan, tiba-tiba Enny menskors sidang selama 10 menit. Ada apa? Rupanya, Anwar kembali ke ruang sidang. Sidang pun kembali dilanjutkan dan dipimpin langsung Anwar. Saat sidang dimulai, Anwar mengatakan dirinya tadi harus pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan kesehatannya di rumah sakit di kawasan Serpong.

Berita Terkait : Sangat Tidak Aman, Tambang Ilegal Harus Segera Dihentikan

"Alhamdulillah saya sudah kembali. Tadi memang saya harus pergi ke dokter untuk memeriksakan kesehatan saya. Jadi setelah sampai rumah sakit, yang terbayang wajah bapak-bapak, ibu-ibu ini, jadi saya kembali lagi," kata Anwar.

Mendengar penjelasan itu, Hakim Arief Hidayat menimpali. Kata dia, Anwar ini adalah contoh hakim konstitusi yang punya sifat negarawan. Sakit-sakitan masih bertugas. Ia kemudian menceritakan kisah hakim MK I Dewa Gede Palguna yang pernah memimpin persidangan saat sedang diinfus.

Menurut dia, itu merupakan bentuk tanggung jawab seorang hakim. "Sebetulnya izin sampai sidang selesai juga enggak ada masalah, tapi bentuk tanggung jawab negarawan sakit saja masih bisa," kata Arief. Dipuji begitu, Anwar tersipu.

Berita Terkait : Berkat Kemudahan Izin Kementan, Bogor Raup Puluhan Miliar Dari Ekspor Tanaman Hias

Arief lantas meminta seluruh peserta sidang supaya mendoakan sembilan hakim MK selalu sehat hingga selesai memutus perkara pemilu legislatif. Peserta sidang kompak mengamini. Ia pun meminta peserta sidang tidak menghujat hakim.

"Meskipun Anda kalah jangan menyumpahi kami, maksud saya gitu. Nanti yang berdoa yang menang, yang kalah malah nyumpahi kenapa hakim itu enggak mati aja," seloroh Arief. Sidang kemudian dilanjutkan. 


Kabar Anwar sakit ini cepat menyebar di jagat Twitter. Sejumlah warganet ikut mendoakan semoga Anwar segera sembuh. “Semoga cepat sembuh, Pak Ketua,” cuit @iskandar, me-retweet berita terkait. Pemilik akun @keongbelang menyampaikan harapan yang sama. dia berdoa Anwar cepat pulih. “Ini pasti karena kecapekan memimpin sidang” ujarnya. “Lekas sembuh agar bisa cepat kembali memimpin sidang,” timpal @iskan9380. [BCG]