Setelah Menjuarai Pileg 2019

PDIP Pengen Menang 60% Di Pilkada Serentak 2020

Klik untuk perbesar

RMco.id  Rakyat Merdeka - Usai juara Pileg 2019, PDIP bermimpi meraih kemenangan di Pilkada serentak 2020. Targetnya, bisa menguasai 60 persen kemenangan di pilkada tahun depan.

Diketahui, KPU akan menggelar Pilkada serentak 2020.Ada sembilan provinsi menggelar pil gub. Yakni Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, Kepulauan Riau, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Tengah. Sedangkan, pemilihan bupati digelar di 224 kabupaten dan pemilihan walikota dilaksanakan di 37 kota.

Menurut Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat, PDIP sudah bersiap-siap menghadapi Pilkada 2020. Bahkan, partainya telah memasang target 60 persen me menangkan calon yang diusung partainya pada pilkada serentak tahun depan di seluruh Indonesia.

“Surabaya jadi salah satu prioritas untuk menang. Begitu juga daerah-daerah yang pemimpinnya diusung PDIP untuk dua putaran. Lalu untuk daerah yang belum menang, harus direbut kembali,” tegas Djarot, Mantan Walikota Blitar ini.

Sebelumnya, Djarot mengatakan, ada 4 daerah di Jatim yang jadi prioritas untuk dimenangkan PDIP. Yakni Surabaya, Ngawi, Banyuwangi dan Kota Blitar. Menurut Djarot, bukan tanpa alasan mengapa keempat daerah itu diprioritaskan PDIP dalam pilkada mendatang.

Berita Terkait : Setelah 25 Tahun Dominan, Partai Erdogan Tumbang Di Pilkada

Menurutnya, daerah itu memiliki kemenangan cukup cemerlang bagi PDIP. Hal ini dibuktikan dengan terpilihnya kepala daerah dari PDIP yang menjabat dua periode. Dia mencontohkan Walikota Risma yang menjabat dua periode.

Ketua DPD PDIP Jatim Kusnadi juga bertekad mengulangi kesuksesan pada 2015-2016 dengan memenangkan mayoritas pilkada di beberapa daerah di wilayah Jatim.

“Usai pileg, kami incar kemenangan di pilkada. Saat itu, dari 19 Pilkada di Jatim, sebanyak 13 pilkada dimenangkan calon kami usung,” ujar, Kusnadi, kemarin.


Setelah ditunjuk dan kembali dipercaya memimpin PDIP Jatim periode 2019-2024, Kusnadi beserta pengurus inti lainnya langsung bergerak untuk fokus pemenangan pilkada tahun depan. Salah satu menjadi fokusnya adalah meraih kemenangan lagi di Pilkada Kota Surabaya 2020.

Saat ini, akunya, PDIP sedang mencari figur tepat pengganti Tri Rismaharini alias Risma sebaga Walikota Surabaya nanti. Keoptimistisan menang di beberapa daerah pada Pilkada 2020, menurut Kusnadi, bagian dari upaya pengurus PDIP Jatim meningkatkkan atau mempertahankan prestasi yang sudah dicapai sebelumnya.

Baca Juga : Pegadaian Genjot Sinergitas Dan Digitalisasi

“Kami sudah menangkan pileg, prestasi kami tidak boleh menurun, paling tidak bisa mem pertahankan prestasi yang sudah pernah diraih. Pada Pilkada 2020 nanti, kita harus memenangkan mayoritas pilkada,” ujar Wakil Ke tua DPRD Provinsi Jatim itu.

PDIP Jatim, lanjut Kusnadi, memang akan memprioritaskan kader internal yang akan diusung di pilkada serentak. Tapi, jika ada calon dari eksternal memiliki visi sama dengan PDIP dan memiliki peluang besar menang pilkada, maka PDIP tidak akan mengabaikannya.

“Pastinya kami akan melakukan survei sebelum memutuskan mendukung kader internal maupun eksternal PDIP,” jelasnya.

Harapan PDIP Jatim, lanjut Kusnadi seiring dengan keinginan DPP PDIP yang sangat berharap menang di mayoritas Pilkada serentak di seluruh Tanah Air.

Diketahui, pada Pilkada serentak 2020, ada 19 daerah di Jatim akan menggelar pesta demokrasi itu. Adalah Sumenep, Trenggalek, Banyuwangi, Blitar, Malang, Mojokerto, Ngawi, Tuban, Lamongan, Ponorogo, Pacitan, Sidoarjo, Jember, Situ bondo, Gresik dan Kediri.

Baca Juga : Rommy Pertanyakan Hilangnya Nama Khofifah dan Kiai Asep Dalam Dakwaannya

Sedangkan, Pilkada tingkat kota adalak Kota Blitar, Kota Pasuruan dan Kota Surabaya. KPU Minta Partai Siap Hadapi Pilkada 2020 KPU meminta partai bersiap menghadapi Pilkada serentak 2020.

Rencananya, pesta demokrasi ini digelar 23 September 2020. “Partai politik harus tahu lebih awal karena mereka akan menentukan, menyusun jadwal kapan mulai menjaring calon, penetapan calon, kapan didaftarkan. Maka kebutuhan untuk menetapkan itu penting dan segera,” kata Ketua KPU Arief Budiman, Senin, 24 Juni 2019.


Selain partai, Arief berharap, pemda yang akan berganti pada 2020 menyusun rancangan kegļæ¾iatan dan anggarannya sebelum akhir 2019. Sementara, bagi calon perseorangan atau non-partai, KPU berharap para calon dapat menyelesaikan berkas dukungan sebelum 30 Maret 2020 untuk kemudian melakukan pendaftaran 28-30 April 2020. [EDY]