Disebut Terancam Tak Lolos Ke Senayan

Sekjen PPP & Waketum PAN Ragukan Survei LSI Denny

Klik untuk perbesar
Prospek Pertarungan partai politik yang terjadi dalam 5 kali survei dalam 5 bulan survei LSI Denny JA. (Foto: IG @Denny JA)

RMco.id  Rakyat Merdeka - PKS, PPP, PAN, Nasdem dan PAN meragukan hasil survei LSI, Denny JA yang menyebut terancam tak bisa memenuhi angka ambang batas parlemen. Mereka optimis bisa meraih lebih dari 4 persen suara.

Hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA periode 5-12 Desember 2018 dengan 1.200 responden menyebut, ada empat partai lama sulit menembus ambang batas parlemen 4 persen. Partai-partai itu adalah PKS sebesar 3,3 persen, PPP 3 persen, Nasdem sebesar 2,8 persen dan PAN 1,8 persen.

Baca Juga : Rommy Pertanyakan Hilangnya Nama Khofifah dan Kiai Asep Dalam Dakwaannya

Sekjen PPP Arsul Sani mengatakan, hasil survei itu harus dijadikan gambaran dari dinamika politik saat ini oleh para caleg dan mesin-mesin partai. Hasil itu harus disikapi dengan cara bekerja keras. “Sekali lagi kami berterima kasih karena kita tidak membayar surveinya, tetapi kami dapat potret. Artinya kami memang harus bekerja lebih keras,” ujarnya, di Kompleks DPR, kemarin.

Menurut Arsul, seluruh caleg dan struktur partai harus melakukan canvasing dan door to door campaign. Sebab, hasil pemilu periode sebelumnya memberikan pelajaran bahwa rakyat tidak mudah tergiur dengan gelontoran rupiah saat pencoblosan. 

Baca Juga : Pemilu Serentak 2019 Sukses, Mendagri Apresiasi Semua Pihak

“Sosok kuat itu satu faktor saja, tapi bukan keseluruhan faktor. Selama ini, pemilu sudah memberikan pelajaran pada kita bahwa begitu banyak caleg keluar duit miliaran, tapi tak terpilih juga. Dia berpikirnya suara masyarakat bisa dibeli, ternyata tidak,” jelasnya.

Meski disebut-sebut punya elektabilitas rendah, Arsul meyakini, hasil survei LSI belum final. Apalagi masa kampanye masih menyisakan beberapa bulan. Berkaca pada hasil pemilu sebelumnya, Arsul yakin PPP tetap lolos PT 4 persen. “Pengalaman kami selalu menunjukkan, yuris-prudensi nih. Hasil riil versus hasil survei itu, hasil real-nya 2,5 kali lipat (lebih tinggi) sampai 3 kali dari hasil survei. 

Baca Juga : Suara PPP Anjlok di Pemilu 2019, Rommy Salahkan KPK

Kalau sekarang hasilnya 3 persen lebih, itu lebih baik dari hasil survei di jelang Pemilu 2014. Pada 2014, elektabilitas PPP hanya 1,3 persen dan paling tinggi 2,4 persen. Tapi hasilnya 6,52 persen,” tandasnya. Waketum PAN, Bara Hasibuan juga menilai, hasil survei elektabilitas yang menyebut partainya belum sepenuhnya aman lolos ke DPR harus menjadi cermin dan cambuk.


“Survei itu menunjukkan memang PAN harus bekerja ekstra keras. Dan itulah fokus PAN sebagai partai. Bagaimana PAN bisa mendapatkan suara signifikan. PAN bukan hanya lolos parliamentary threshold, tapi harus dapat suara lebih dibanding Pemilu 2014,” jelasnya.
 Selanjutnya