OSO Yakin Jokowi Menang 79 Persen

Klik untuk perbesar
Ketum Hanura Oesman Sapta Odang (kanan), bersama Presiden Jokowi, di sela acara Pembekalan Caleg DPR Dari Partai Hanura di Hotel Discovery Ancol, Rabu (7/11). (Foto: FB @ Oesman Sapta)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi menghadiri acara Pembekalan Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPR dari Partai Hanura di Hotel Discovery, Ancol, Jakarta. Selain menuturkan berbagai capaian dan kesuksesan kerja pemerintah, mantan Gubernur DKI Jakarta ini berbagi pengalaman kepada para kader Hanura cara memenangkan Pemilu Legislatif (Pileg) 2019. Sementara Ketum Partai Hanura Oesman Sapta Odang atau OSO memberikan semangat kepada ratusan kader partai, yang akan berlaga dalam Pileg 17 April 2019.

Dia menegaskan, Hanura akan memberi kejutan besar dalam Pileg mendatang. “Kita selalu dibicarakan orang. Mau negatif, positif masa bodo. Yang jelas kalau kita diganyang, dihancurkan, kita tetap satu. Hari ini, seluruh pimpinan Hanura dari berbagai daerah hadir, Hanura solid,” ujar OSO.

OSO menambahkan, meski tak mendapat suara besar pada Pemilu 2014, hati para kader Hanura besar. Dengan modal itu, Hanura akan menjadi partai besar pada Pemilu 2019. “Kurang apa kita dikerjai. Bertahun-tahun. Alhamudlillah semua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Hanura bersatu,” tegasnya.

Berita Terkait : 5 Tahun untuk 5 Tahun

Dalam kesempatan itu, OSO juga mengajak seluruh kader Hanura yang menjadi caleg pada Pemilu 2019, mengerahkan masyarakat untuk memilih Jokowi. Meski sejumlah lembaga survei menuding Hanura tak bisa memberi kontribusi besar, dirinya meyakini, Hanura akan kembali mengantarkan Jokowi sebagai presiden pada Pilpres 2019.

“Menurut lembaga survei, kita kecil. Siapa yang bayar survei? Kita (Hanura, red) nggak pernah bayar survei. Saya yakin, hasil survei Jokowi adalah 79 persen. Itu jelas. OSO yang survei,” tegas OSO disambut tepuk tangan para kader dan undangan.


Karenanya, dia meminta seluruh kader Hanura bekerja, meng-counter fitnah yang dilakukan lawan politik. Menurut dia, masyarakat harus memilih pasangan Jokowi-Ma’ruf atas alasan Indonesia butuh percepatan pembangunan infrastruktur. “Mari kita lawan. Jangan biarkan rakyat dibodohi. Katakan yang benar agar rakyat tidak ditipu,” tandasnya.

Berita Terkait : Dapat Penghargaan Dari Insinyur ASEAN, Jokowi Merendah

Senada dengan OSO, Jokowi menyiratkan adanya perlawanan atas berbagai fitnah yang dialamatkan kepadanya. Jokowi memuji pidato OSO sosok pemimpin tegas, tapi tidak suka marah-marah. “Karena ada yang bilangnya tegas, tapi suka marah-marah,” ujar Jokowi disambut gelak tawa serta tepuk tangan seluruh kader dan tamu undangan.

Jokowi menegaskan, Indonesia butuh pemimpin yang mau mendengar rakyat dan tegas. “Tapi, tegas itu tidak sama dengan otoriter. Jadi, tolong dibedakan,” katanya. Dalam kesempatan itu, Jokowi membagi tips kepada para caleg Hanura untuk memenangkan pertarungan pada Pileg mendatang.

Menurutnya, cara paling mudah dan tepat memenangkan hati masyarakat adalah mendatangi langsung para calon pemilih. “Datangi dari pintu ke pintu,” saran Jokowi. Cara tersebut dia gunakan saat mengikuti Pilkada Kota Solo maupun Pilkada DKI Tahun 2012. Hasilnya, dia meraih kemenangan dalam seluruh kontestasi politik tersebut. 

Berita Terkait : Tak Takut Kerusuhan, Jokowi Malah Mau Bangun Istana di Papua Tahun Depan

“Itu juga yang saya lakukan di Jakarta. Saya buka-bukaan. Tolong nanti kalau ada yang sudah menggunakan cara ini, tidak berhasil, temui saya,” ujarnya. 

Usai membuka acara, Jokowi menampik pernyataannya bertujuan menyinggung elite nasional. Menurutnya, maksud dari ucapan itu merupakan teknik dan pengalaman terkait efektivitas komunikasi dengan masyarakat. “Nggak. Tadi saya sampaikan, ini kan yang penting mendekati rakyat. Berkomunikasi dengan rakyat, mendengar aspirasi rakyat. Itu saja. Pentingnya berkomunikasi dengan rakyat. Pak OSO kan tadi jelas, kelihatan tegas, tapi nggak pakai marah-marah,” terang Jokowi.


Jokowi menyebut komunikasi seorang pemimpin kepada rakyat tidak akan tercapai, jika disampaikan dengan marah-marah. “Saya tadi memberikan contoh Pak OSO. Pak OSO itu tegas, tapi tidak marah-marah. Kalau  kita mendekati rakyat dengan marah-marah, tujuan kita tidak tercapai, begitu saja,” tandasnya. [ONI]