Khawatir Ganggu Konsentrasi

KPU Ogah Umumkan Caleg Mantan Koruptor

Klik untuk perbesar
Ketua KPU, Arief Budiman. (Foto: Istimewa).

RMco.id  Rakyat Merdeka - KPU akan umumkan nama-nama caleg eks koruptor tambahan pasca debat capres, Minggu (17/2). Jika diumumkan sebelum debat, dikhawatirkan mengganggu konsentrasi persiapan debat Jokowi-Prabowo.

Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah mengumumkan, ada 49 caleg eks koruptor. Lalu, penyelenggaran pemilu mengungkapkan, adanya tambahan caleg eks koruptor. Tambahan caleg eks koruptor ini rencananya akan segera diumumkan KPU. 

Ketua KPU Arief Budiman menegaskan, lembaganya berencana mengumumkan nama tambahan caleg eks koruptor, di luar 49 caleg eks koruptor. Tambahan eks caleg koruptor ini akan diumumkan pasca debat capres kedua, Minggu (17/2).

Berita Terkait : KPU Tak Banyak Hadirkan Saksi

“Mudah-mudahan pekan depan(pengumuman eks caleg koruptor), setelah debat capres, ya,” ujar Arief, di kantor Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Jakarta, kemarin.  Menurut Arief, saat ini penyelengara masih sibuk dengan persiapan debat capres. Sebab segala sesuatunya harus dipersiapkan dengan baik agar debat berjalan baik dan lancar. 

Dia khawatir, bila KPU berkonsentrasi pada pengumuman nama-nama caleg eks korup¬tor tambahan, maka persiapan acara debat capres jadi tidak maksimal.  “Kami konsentrasi debat dulu. Kalau rilis caleg eks koruptor duluan debatnya tak konsentrasi,”curhatnya.


Komisioner KPU, Ilham Saputra menambahkan, pengumuman nama mantan napi ko¬ruptor hanya sebagai bagian dari keterbukaan informasi kepada masyarakat. Sehingga masyarakat bisa mengetahui siapa calon anggota legislatif yang akan mereka pilih. 

Berita Terkait : KPU: KPPS yang Meninggal Punya Riwayat Sakit

“Kami akan cuma umumkan saja. Terserah kemudian masyarakat pemilih, yang menilai apakah mereka mau memilih atau tidak. Ini bukan blacklist tapi in¬formasi saja,” ujarnya.

Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syafuan Rozi mengatakan, sudah sewajarnya nama-nama caleg eks koruptor diketahui publik. Pemilih tidak boleh dibiarkan memilih kucing dalam karung.

Dia berharap masyarakat mau mencari tahu secara mandiri latar belakang caleg di dapilnya masing-masing. Apalagi pemilu akan menentukan nasib mereka untuk 5 tahun ke depan.
 Selanjutnya