Cegah Serangan Fajar

Bawaslu Bakal Patroli Di Masa Tenang

Klik untuk perbesar
Komisioner Bawaslu Ratna Dewi Pettalolo. (Foto: Dok. Bawaslu).

 Sebelumnya 
Tak terbatas pada peserta, pelaksana, maupun tim kampanye seperti saat masa kampanye. “Subjeknya menjadi luas sehingga akan memudahkan kita melakukan penindakan jika terbukti ada peristiwa politik uang,” tandas Ratna.


Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Bahtiar mengatakan, pengawasan di masa tenang memang perlu diperketat. Pasalnya, modus praktik politik uang saat ini sudah berkembang.

Berita Terkait : Siap Lawan 02, KPU-Bawaslu Bawa Berkas dan Bukti ke MKĀ 

“Politik uang tentu akan semakin berkembang, kita harus meningkatkan daya kritis kita untuk mengungkap inovasi baru dari politik uang itu,” ujarnya. Dia menyebut, politik uang sering terjadi di pemilu legislatif. Sebab masyarakat berfokus pada pemilihan presiden (pilpres) ketimbang pileg.

“Dihadapkan pada 16 pilihan (partai politik) yang memungkinkan pemilih bingung untuk memilih caleg dari suatu partai. Karena gagasan kandidat hampir tidak ada bedanya dan ketarik soal pilpres itu. Ini jadi mereka lebih pilih yang pastipasti saja,” ujarnya.

Berita Terkait : Besok, Bawaslu Serahkan Santunan Pada Pengawas Pemilu

Bahtiar menyebut, budaya politik uang di Indonesia sudah mengakar lama di masyarakat. Sehingga, bibit itu mudah menyebar dalam sistem pemilu Indonesia.


Diketahui, masa tenang Pemilu 2019 akan berlangsung pada 13 April hingga 16 April 2019. Pada masa tenang, seluruh peserta pemilu dilarang untuk melakukan kegiatan kampanye dalam bentuk apa pun. Seluruh alat peraga kampanye (APK) pada masa ini juga harus diturunkan. [SSL]

RM Video