DPD Provinsi Sulawesi Utara

Penyanyi Lawas Dan Pengusaha Incar 3 Kursi Kosong

Klik untuk perbesar
Stefanus BAW Liow (kiri) dari Pertahana , Maya Rumantir (tengah) dari DPD dan Wisje Rompis (kanan) dari DPD.

RMco.id  Rakyat Merdeka - Tiga kursi petahana kosong di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) jadi rebutan. Politisi, istri mantan bupati, hingga penyanyi lawas era 80-an incar kursi senator.

Dari 23 calon anggota DPD Provinsi Sulut, Stefanus Berty Arnicotje Nicolaas Liow satu satunya petahana yang maju lagi.

Tiga incumbent tak nyalon. Ketiganya, Fabian Richard Sarundajang, Marhany VP Pua dan Benny Rhamdani. Fabian tak maju karena tereliminiasi di tahap awal pencalonan.

Sedangkan Marhany Pua dan Benny tak maju karena nyalon DPR. Marhany maju lewat Partai Golkar dan Benny Partai Hanura. Tiga kursi lowong itu jadi rebutan sejumlah tokoh partai di Provinsi Sulut.

Berita Terkait : Prabowo Akan Kasih Uang Pensiun, Tikus Nyanyi


Misalnya, Pricilia Rondo (kader PDI Perjuangan), Djafar Alkatiri (politisi PPP), Syahrial Kui Damapolii (eks Ketua DPRD Sulut) dan Denny Tewu (mantan Ketum Partai Damai).

Kursi DPD juga diminati mantan Bupati Minahasa Selatan (Minsel) dua periode Ramoy Markus Luntungan. Dia merupakan tokoh berpengalaman. Pernah bertarung di Pilgub 2009 berpasangan dengan Hamdi Paputungan, tapi kalah.

Istri mantan Bupati Sangihe HR Makagansa, Wisje Rompis juga ikut bertarung. Wisje berlatar belakang dokter dan pernah duduk sebagai anggota DPRD Sulut.

Selain itu, kakak Bupati Boltim, Muhamad Sehan Landjar, Muhamad Salim Landjar ikut maju dalam perebutan kursi DPD. Sebelumnya, Salim Landjar pernah menjajal Pilkada Kotamobagu 2013, namun kalah dari pasangan Tatong BaraDjainudin Damapolii.

Berita Terkait : Lawan Tak Seimbang, Pertarungan Tak Menarik

Tak hanya itu saja. Penyanyi lawas, era 80-an, Maya Rumantir kembali maju. Pada Pemilu 2014, Maya berhasil meraih kursi senator dengan perolehan 206.496 suara. Tapi, Maya mundur karena memilih maju di Pilgub Sulut 2015.


Beberapa pengusaha pun mencari peruntungan dengan mengincar kursi DPD. Sebut saja, Johannis Christianus Salibana (mantan Direktur Utama Bank Sulut), Nouke Paat pengusaha sekaligus praktisi adat budaya Minahasa, Vivian Dimpudus, komisaris di salah satu perusahaan swasta dan Helfried Lombo, perusahaan tambang di Provinsi Papua.

Selain itu, mantan jurnalis Sulut juga ikut meramaikan perebutan kursi DPD. Misalnya, Lexi Mantiri. Lexi lama berkiprah di salah satu media cetak lokal Sulut.

Kemudian dia jadi ajudan Gubernur Sulut Olly Dondokambey. Ada pula Cherish Hariette. Wanita cantik 22 tahun ini sempat berkiprah sebagai reporter media TV Internasional.

Berita Terkait : 3 Eks Bupati Dan 8 Legislator Ngantre Ke Senayan

Tapi, Cherish banyak dikenal sebagai keponakan Yasti Soepredjo, Bupati Bolmong. Calon petahana Stefanus Berty Arnicotje Nicolaas Liow mengungkapkan alasannya maju lagi. Dia berkomitmen menyatukan perbedaan latar belakang, status sosial, etnis, warna-warni politik lewat DPD.

Sejak dilantik 29 September 2015 menggantikan Maya Rumantir banyak hal belum tuntas dikerjakannya. “Saya punya kerinduan lagi setelah mendapat banyak dukungan dari berbagai kalangan, tokoh gereja, tokoh masyarakat, pers. Saya bertekad melanjutkan karya dan pengabdian untuk masyarakat dan jemaat melalui DPD,” katanya.


Stefanus mengaku, masih banyak cita-cita belum terwujud sebagai anggota DPD. “Itulah sebabnya saya memutuskan kembali maju guna menggapai harapan-harapan itu,” pungkasnya. [EDY]

RM Video