DPD Provinsi Papua Barat

Lawan Tak Seimbang, Pertarungan Tak Menarik

Klik untuk perbesar
Calon anggota DPD Provinsi Papua Barat

RMco.id  Rakyat Merdeka - Peta perebutan 4 kursi DPD Provinsi Papua Barat tak terlalu menarik. Petahana atau incumbent bisa menang mudah karena tidak dapat rival sebanding.

Berdasarkan data KPU, total hanya ada 10 calon DPD Papua Barat. Jumlah calon ini tergolong sedikit dibandingkan dapil lain di luar Papua. Dari puluhan calon itu, dua diantaranya petahana. Yakni Mamberob Yosephus Rumakiek dan Jacob Esau Komigi.


Dua petahana lain tak maju lagi. Adalah Mervin Sandipur Komber dan Chaidir Djafar. Kedua petahana kemungkinan besar menang mudah. Pasalnya nyaris seluruh penantang tergolong hijau di kancah politik.

Berita Terkait : Ketua KPU Ditendang, Surat Suara Direbut Massa

Sejumlah penantang dengan kaliber bagus bisa dihitung dengan jari. Mewakili akademisi, ada Filep Wamafma. Filep adalah dosen Ilmu Hukum di STIH Manokwari Papua Barat. Keilmuannya pernah mengantarkannya duduk di sejumlah jabatan penting. Diantaranya, anggota Divisi Hukum dan Humas KPU Papua barat (2009-2014) dan Plt Ketua KPUD Kabupaten Tambrauw (2010).

Dari politisi lokal ada Amos Lukas Watori. Mantan politisi PDIP ini pernah menjabat anggota DPRD Kota Sorong tiga periode. Saat ini dia duduk sebagai Ketua Lembaga Masyarakat Adat Yapen Waripen Sorong Raya. Selain itu, ada juga Sanusi Rahaningmas. Dia sudah tiga kali menjabat anggota DPRD Provinsi Papua Barat.


Meski di atas kertas petahana menang mudah, calon DPD Papua Barat, Filep Wamafma mengaku optimis akan tembus ke Senayan. Hingga kini, Filep terus blusukan kepada masyarakat.

Berita Terkait : Tak Perlu Khawatir, Pemilu Di Papua Bakal Aman

Dalam setiap sosialisasinya, Filep selalu menekankan pentingnya kehadiran anak Papua di parlemen untuk membangun daerahnya. Sebab anak Papua jelas lebih mengenal daerahnya sendiri dibanding orang lain.

Sebagai calon dengan latarbelkang akademisi ilmu hukum dan putera Papua, dia mengarahkan masyarakat untuk jangan salah pilih apalagi golput. Filep selau meminta doa dan dukungan masyarakat Papua untuk bisa mewakili DPD Papua Barat. Sehingga dia bisa memberikan solusi atas persoalan dasar semua masyarakat adat di Papua.


Persoalan dasar dimaksud adalah pendidikan, jaminan kesehatan, rumah layak huni, penggunaan dan penggunaan dana otonomi khusus. "Semua persoalan itu adalah persoalan mendasar masyarakat. Kehadiran saya memohon dukungan dan doa dari masyarakat agar bisa berhasil ke DPD," ujarnya. [SSL]

RM Video