Menko Polhukam Cek Jumlah Tiket

Banyak WNI Ke Luar Negeri Pada Hari Pencoblosan

Klik untuk perbesar
Menko Polhukam Wiranto. (Foto Twitter Wiranto).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Memanasnya kondisi politik dalam negeri jelang pencoblosan, hal lumrah. Tapi, tensi politik tidak boleh dijadikan dasar untuk berkonflik dan bertempur.

Demikian Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto di Jakarta, kemarin. Wiranto mengatakan, memanasnya gelanggang politik pada Pemilu 2019 merupakan hal biasa.

Meski demikian, Wiranto tetap meminta semua pihak agar kondisi ini tidak jadikan alasan untuk berkonflik. “Saya ini kan ikut pemilu nggak baru sekarang saja, sudah dari 1999 dulu, sebagai Panglima TNI juga sudah memutuskan untuk netral. Kalau kemudian politik saat ini jadi panas jelang pemilu, itu hal biasa,” jelasnya.

Berita Terkait : Yuk, Kita Hadapi Persaingan Global

Mantan ketua umum Partai Hanura ini menjelaskan, apabila ada perbedaan pendapat dan referensi politik di masyarakat, tak perlu dirisaukan. Tapi, persatuan harus tetap terjaga dengan saling menjaga kemananan, agar tak menimbulkan konflik.

“Ada perbedaan itu biasa. Tapi tidak perlu kondisi politik panas sampai meledak. Kita harus saling menjaga dan pemilu kan ajang untuk memilih pemimpin, bukan mengadu pemimpin,” papar Wiranto.


Kondisi politik panas, lanjutnya, perlu dinetralisir dengan kesadaran masyarakat bahwa pemilu menjadi momen untuk bersatu. Hal itu, selalu ia ungkapkan ketika memberikan pidato di sejumlah acara.

Berita Terkait : Di Pulau Terpencil dan Berhantu Aja Sekalian

Wiranto meminta masyarakat tak perlu bertengkar hanya karena perbedaan referensi politik. Yang terpenting adalah memilih pemimpin terbaik berdasarkan pengalaman dan jejak kepemimpinanya.

“Nggak perlu kita bertempur, apalagi berperang. Yang ada itu kita hanya memilih pasangan terbaik, kan sudah ada calonnya, tinggal dipilih mana punya pengalaman dan jejak kepemimpinanya serta kompetensi,” ucap Wiranto.

Untuk menambah rasa aman jelang pemilu, Wiranto terus mengerahkan dan mengkoordinasikan aparat penegak hukum untuk terus menjaga situasi dan kondisi politik berlangsung dengan lancar.

Berita Terkait : WA dan Medsos Dibikin Sekarat, Demi Keamanan Negara

Disampaikan, persoalan paling krusial saat ini adalah penyebaran hoaks. Bahkan tidak sedikit masyarakat berencana pergi keluar negeri sebelum hari pencoblosan karena termakan hoaks.
 Selanjutnya 

RM Video