Catatkan Kenaikan Suara Paling Tinggi

Nasdem Pantas Disebut Pemenang Pileg 2019

Klik untuk perbesar
Ketua DPP Partai Nasdem Bidang Media dan Komunikasi Publik Willy Aditya (Foto: Dok. Nasdem)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Meski bukan peraih suara terbanyak, Partai Nasdem bisa disebut sebagai pemenang Pemilu Legislatif 17 April 2019. Alasannya, Partai Nasdem mencatat kenaikan perolehan suara dan kursi DPR paling tinggi pada Pileg ini.

Demikian kata Ketua DPP Partai Nasdem Bidang Media dan Komunikasi Publik Willy Aditya menanggapi penetapan KPU atas hasil Pemilu serentak 2019. Dari sembilan partai politik yang dinyatakan lolos parliamentary threshold, Partai Nasdem mencatat kenaikan suara tertinggi. Yaitu menjadi 9,05 persen dari sebelumnya pada Pileg 2014 mencatat perolehan suara sebesar 6,72 persen. Ada kenaikan sebesar 2,33 persen.

‘’Ini merupakan kenaikan terbesar dibanding perolehan suara delapan parpol lain yang lolos parliamentary threshold,’’ kata Willy dalam keterangan yang diterima redaksi, Sabtu (25/5).

PDIP dan Partai Gerindra yang semula diprediksi akan mencatat kenaikan suara signifikan akibat adanya efek ekor jas (coattail effect) dari pencalonan Jokowi dan Prabowo, tidak menjadi kenyataan. PDIP mencatat kenaikan 0,38 persen menjadi 19,33 persen pada Pileg 2019 dibandingkan dengan hasil Pileg 2014 sebesar 18,95 persen. Sedangkan Gerindra mencatat kenaikan sebesar 0,76 persen pada Pileg 2019 menjadi 12,57 persen dibanding hasil Pileg 2014 sebesar 11,81 persen.

Berita Terkait : Ajukan 33 Gugatan Pemilu ke MK, Nasdem Siapkan 46 Pengacara


Pada konversi perolehan suara menjadi kursi DPR, kata Willy, Partai Nasdem mencatat penambahan kursi terbanyak. Yaitu sebesar 23 kursi. Sehingga menjadi 59 kursi dibanding hasil Pileg 2014 yang menempatkan 36 kader Nasdem di DPR. 

Sedangkan PDIP sebagai pengoleksi suara dan kursi terbanyak hasil Pileg 2019 mencatat penambahan sebanyak 19 kursi. Yaitu menjadi 128 kursi pada Pileg 2019 dari sebelumnya 109 pada Pileg 2014.  Sementara Gerindra mencatat penambahan kursi DPR sebanyak 5 kursi. Yaitu dari 73 kursi DPR hasil Pileg 2014 menjadi 78 kursi hasil Pileg 2019. Sebaliknya Golkar mencatat penurunan enam kursi DPR, dari 91 kursi pada 2014 menjadi 85 kursi pada Pileg 2019.

‘’Walau semua ini masih sementara, tetapi kira-kira komposisi parlemen hasil Pemilu 2019 seperti itu,’’ tambah Willy, yang juga lolos ke Senayan hasil Pileg 2019 itu.

Mengenai isu yang penggenjot kenaikan suara signifikan bagi Nasdem, Willy mencatat sejumlah hal. Pertama, Nasdem tanpa mahar politik. Sikap politik Nasdem tersebut bukan retorika tetapi merupakan kenyataan dan fakta di lapangan sehingga masyarakat merasakan dan mengalami secara langsung. 

Berita Terkait : Nasdem Imbau Masyarakat Tetap Tenang

‘’Pengalaman langsung itu tentu menimbulkan kepercayaan. Nasdem berterima kasih atas kepercayaan itu dan menjaga serta merawat kepercayaan tersebut,’’ kata Willy.


Hal lain adalah pemilihan dan penempatan caleg yang benar-benar memilliki kapasitas serta dekat dengan masyarakat. Kedekatan caleg dengan konstituen membuat kepercayaan terhadap Nasdem dan calegnya.

‘’Ketiga, adalah totalitas Ketua Umum Nasdem pak Surya Paloh dan segenap caleg serta kader Nasdem dalam mengkampanyekan Jokowi-Ma’ruf Amin sebagai pasangan capres-cawapres yang diusung NasDem,’’ kata Willy.

Willy mengatakan, publik tentu masih ingat apa yang disampaikan Surya Paloh di berbagai tempat selama masa kampanye bahwa kemenangan Nasdem penting, tetapi kemenangan itu tidak ada artinya jika lresidennya bukan Jokowi.

Berita Terkait : Penghitungan Suara PSU Kuala Lumpur Selesai, Nasdem Pede Dapat 1 Kursi

Bagi Willy, itu merupakan sikap totalitas Ketua Umum Nasdem dalam memperjuangkan Jokowi menjadi Presiden periode kedua. Nasdem bersyukur bahwa Jokowi-Ma’ruf Amin terpilih kembali sebagaimana keputusan KPU.

"Apa yang diharapkan Ketua Umum Surya Paloh menjadi kenyataan yakni NasDem menang dan Jokowi terpilih lagi," kata Willy. [USU]

RM Video