Caleg Perempuan Terpilih Capai 32,2 Persen, Nasdem Cetak Rekor dan Sejarah Parpol Indonesia

Klik untuk perbesar
Ketua DPP Partai Nasdem bidang Kesehatan, Perempuan, dan Anak Irma Suryani Chaniago (Foto: Dok. Nasdem)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Lebih dari 30 persen caleg Nasdem yang terpilih pada Pemilu 2019 adalah perempuan. Itu menunjukkan bahwa perempuan yang diusung Partai Nasdem dipercayai masyarakat pemilih.

Hal tersebut dikemukakan Ketua DPP Partai Nasdem bidang Kesehatan, Perempuan, dan Anak Irma Suryani Chaniago. Pada Pemilu 2019, dari 59 calon Nasdem yang terpilih, sebanyak 19 orangnya adalah perempuan. Artinya, caleg perempuan Nasdem yang terpilih sebanyak 32,2 persen.

Pusat Kajian Politik (Puskapol) Universitas Indonesia (UI) mencatat, angka 32,2 persen caleg perempuan Nasdem ini adalah yang tertinggi di banding partai lain. Bukan cuma itu, angka tersebut yang paling tinggi dalam sejarah politik Indonesia. Nasdem memecahkan rekor keterwakilan perempuan yang pernah dicapai partai politik.

Berita Terkait : Caleg DPR Perempuan Terpilih Tak Cuma Jadi Pemanis

Ke-19 perempuan caleg Nasdem yang lolos ke Senayan adalah Lestari Moerdijat (Dapil Jateng II), Sri Wulan (Jateng III), Eva Yuliana (Jateng V), Sri Wahyuni (Jatim VII), Perca Lianpuri  (Sumsel II), Sri Kustina (Sumsel II), Lisda Hendra Johni (Sumbar II), Delmeria Sikumbang (Sumut II), Felly E Runtuwene (Sulut), Hillary Briggita Lasut (Sulut), Yessy Melanie  (Kalbar II), H Hasnah Syam (Sulsel II), Eva Rataba (Sulsel III), Tina Nur Alam (Sultra), Ratih Mega Sari (Sulbar), Kristiana Mukti Spd (NTT II), Ratu Ngadu Bonu Wulla (NTT II), Ari Eghani (Kalteng), dan Ina Elisabeth (Papua).

‘’Para srikandi Nasdem itu terpilih karena mereka dekat dengan masyarakat. Mereka dikenal masyarakat dan mereka dipercaya masyarakat. Itu membuat mereka bisa lolos dalam kompetisi yang sangat ketat ini,’’ kata Irma, di Jakarta, Senin (27/5).


Ketua DPP Garda Wanita (Garnita) Malahayati Nasdem ini menegaskan, keterpilihan 19 perempuan itu juga menunjukkan bahwa NasDem sangat serius dan selektif menempatkan perempuan dalam daftar caleg. Tidak asal-asalan memenuhi kuota 30 persen perempuan sebagai syarat pengajuan caleg dalam UU Pemilu.

Berita Terkait : Penjualan Eceran Mei 2019 Naik 7 Persen, Ini Faktor Pendorongnya

‘’Keterpilihan ini membuktikan Nasdem menyaring dan memilih secara berkualitas caleg perempuan. Ketokohan dan kedekatan para perempuan itu dengan konstituen membuat mereka dipercaya dan dipilih,’’ tambah Irma.

Keterpilihan perempuan dalam Pileg 2019, tambah Irma, membuktikan bahwa Nasdem menghargai dan menempatkan perempuan secara sangat terhormat tanpa ada diskriminasi. Nasdem memandang kualitas perempuan politisi sejajar dengan pria. Ini juga membuktikan bahwa Nasdem memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada setiap kader bersaing secara fair menggunakan jaringan dan pengaruh untuk menuai suara masyarakat.

‘’Rakyat telah menggunakan haknya memilih perempuan yang diusung Nasdem. Tentu yang memilih para perempuan caleg Nasdem itu tidak hanya perempuan, tapi masyarakat secara keseluruhan. Keterpilihan itu bukti perempuan yang diusung Nasdem mendapat tempat di hati masyarakat,’’ katanya.

Berita Terkait : Perusahaan Singapura Ingin Kuasai Pasar Indonesia

Dalam lima tahun ke depan, para perempuan caleg Nasdem terpilih akan membuktikan bahwa memang mereka layak duduk di DPR. Mereka akan membawa beragam aspirasi masyarakat dan memperjuangkannya melalui berbagai hak parlemen untuk kesejahteraan masyarakat.

‘’Rakyat sudah menjatuhkan pilihannya kepada perempuan caleg Nasdem. Kami percaya para perempuan caleg Nasdem terpilih itu akan segera membuktikan bahwa mereka memang layak menjadi wakil rakyat,’’ tegasnya.  [USU]