Soal Tawaran Kursi Menteri Jokowi

Elite Gerindra Minta BPN-TKN Tak Berkomentar

Waketum Gerindra Ahmad Sufmi Dasco. (Foto: Istimewa).
Klik untuk perbesar
Waketum Gerindra Ahmad Sufmi Dasco. (Foto: Istimewa).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin menyebut Partai Gerindra kegeeran lantaran mengklaim pernah ditawari kursi menteri oleh capres petahana itu.

Menanggapi hal itu, Waketum Gerindra Ahmad Sufmi Dasco mengimbau semua pihak yang tidak mengetahui hal yang sebenarnya agar tidak berkomentar.

Baca Juga : Terpilih Jadi PM Malaysia ke-8, Muhyiddin Sujud Syukur di Rumahnya

"Saya imbau teman-teman dari BPN dan TKN yang tidak mengetahui yang semestinya terjadi sebaiknya tidak usah komentar," kata Dasco kepada wartawan, Kamis (6/6).

Dasco mengatakan dalam politik, adanya proses tawar menawar merupakan hal yang wajar pasca Pilpres digelar. Pun, soal ditolak atau diterima. Anggota Komisi III DPR itu pun meminta semua pihak untuk menahan diri memberikan komentar-komentar sembarangan.

Baca Juga : Virus Corona Gentayangan Di Mana-mana, AS Tunda Pertemuan Dengan Para Pemimpin ASEAN

"Itu bisa membuat suasana dan situasi tidak kondusif," selorohnya. Klaim soal ini sebelumnya disampaikan oleh politikus Gerindra Andre Rosiade. Dia menyebut, bukan hanya PAN dan Demokrat yang ditawari kursi menteri. Gerindra juga.

"Itu yang pernah kita dengar, dan bahkan saya mendengar tawaran itu sendiri dari berbagai tokoh di pihak Pak Jokowi. Tapi sekali lagi itu hak mereka ingin berharap seperti apa," tutur Andre kepada wartawan, Kamis (6/6).

Baca Juga : Yang Dipertuan Agong Tunjuk Muhyiddin Yassin Jadi PM Malaysia Yang Baru

Apa yang disampaikan Andre itu dibantah oleh Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin. TKN meminta Gerindra untuk tidak geer.

"Jangan dulu kegeeran ya, jangan geer, deh. Ketemu saja belum dengan Partai Gerindra, kok sudah merasa ditawari kursi menteri di kabinet," bantah Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Ace Hasan Syadzily. [OKT]