Sambut Wacana Anggota Baru di Koalisi

Airlangga Yakin di Parlemen Makin Kuat

Klik untuk perbesar
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto. (Foto: Dok Golkar).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Wacana masuknya anggota baru dalam Koalisi Indonesia Kerja (KIK) ditanggapi positif anggota parpol koalisi. Partai Golkar sebagai parpol pengusung Jokowi-Ma’ruf terbuka jika ada parpol baru ikut bergabung dalam koalisi.

Hal itu disampaikan Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto pada wartawan di Istana Kepresidenan di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, jika PAN dan Partai Demokrat masuk ke koalisi, parlemen semakin kuat. “Selalu kita melihat ke depan partai itu didukung super mayoritas lebih bagus. Nah, tentu dengan terbukanya dialog dengan partai-partai yang akan menambah di parlemen, itu selalu baik,” ujar Airlangga.

Partai baru yang bergabung nantinya juga diharapkan dapat menyetujui program-program yang telah direncanakan oleh petahana di parlemen kelak. Namun untuk urusan jatah kabinet, Airlangga mengungkapkan itu ranah Presiden Jokowi.

Berita Terkait : Golkar Siapkan Kader Terbaik di Semua Bidang


“Itu nanti tunggu Presiden. Kalau pembahasan soal koalisi, dibahas dengan anggota koalisi lainnya,” sebutnya.

Jubir TKN Jokowi-Ma’ruf, Ace Hasan Syadzily juga membuka peluang kepada kedua partai jika ingin bergabung. Tapi, dia memberikan catatan kepada Demokrat untuk tidak meminta usulan pembubaran koalisi.

“Jika Demokrat mau bergabung KIK, kami sangat terbuka. Tapi kami tentu berharap bahwa ya kita bicara secara bersama-sama, jangan ujug-ujug mau membubarkan koalisi,” kata Ace di Gedung DPR, kemarin.

Politisi Golkar ini menjelaskan, koalisi sangat penting untuk mengawal jalannya pemerintahan Jokowi-Ma’ruf ke depan. Apalagi program Nawacita Jilid II yang digagas Jokowi juga harus dijaga agar bisa terlaksana.

Berita Terkait : Airlangga: Idul Adha Momentum Politik Bersih

“Kami sangat terbuka untuk bisa berkoalisi dengan siapapun dalam konteks membangun bangsa agar sama-sama meraih cita-cita atau janji-janji politik Pak Jokowi untuk Nawacita Jilid II. Tentu ini harus dibicarakan bersama-sama,” sebutnya.


Saat ini, Demokrat masih belum menentukan sikap keluar dari koalisi Prabowo-Sandi. Tapi, sejauh ini manuver yang dilakukan lebih dekat kepada koalisi 01. Bahkan pernyataan untuk tetap bersama paslon 02 masih ditegaskan sampai sengketa pilpres selesai.

“Bisa saja berubah ya (arah koalisi), kita kan pernah jadi rolling party, kita pernah jadi partai tengah. Sekarang kita menentukan sikap bagaimana setelah keputusan MK tentu kami akan melakukan rapat konsolidasi dan rapat paripurna di DPP,” ujar Wakil Ketua Umum Demokrat, Syarief Hasan, kemarin.

Sementara PAN, gejala akan masuk dengan koalisi pemerintahan sudah diungkapkan Wakil Ketua Umum PAN Bara Hasibuan. Menurutnya, secara de facto PAN sudah tidak bersama Prabowo-Sandi, dan saat ini perbincangan internal partai mengarah bergabung ke koalisi 01. “Kemungkinan bergabung dengan pemerintahan besar sekali,” terang Bara.

Berita Terkait : Airlangga Sukses Kembalikan Kekuatan Politik Golkar 

Meski demikian, sampai sejauh ini pernyataan yang diberikan bukan sikap resmi dari partai. Sikap resmi akan disiapkan setelah Rapat Kerja Nasional (Rakernas). “Ya nanti ada, kita kan punya mekanisme di Rakernas,” tutupnya. [MHS]

RM Video