Persiapkan Pilkada Serentak 2020 Dan Pemilu 2024

Mega Diminta Arus Bawah Jabat Ketua Umum PDIP Lagi

Klik untuk perbesar
Megawati

RMco.id  Rakyat Merdeka - Politisi senior PDIP Tjahjo Kumolo mengaku, sebagian besar DPD dan DPC masih menginginkan Megawati Soekarnoputri duduk di pucuk pimpinan. Mega mampu memperkuat posisi PDIP sebagai partai pemenang pemilu secara berturut-turut di 2014 dan 2019.

Tjahjo mengaku, memang ada usulan melakukan regenerasi partai, tapi tidak harus dengan mengganti Mega.“Mereka membawa aspirasi dalam rangka konsolidasi internal di partai. Jangan dilihat konteks regenerasi itu regenerasi ganti seseorang,” kata Tjahjo di Kompleks Parlemen, Senayan, kemarin. 

Eks Sekjen PDIP ini juga menyebut, kongres PDIP yang dipercepat dalam rangka rekonsiliasi partai usai Pileg dan Pilpres 2019. Ini juga untuk persiapan menghadapi sejumlah agenda politik seperti Pilkada Serentak 2020 serta Pileg dan Pilpres 2024. 

“Itu yang harus dipersiapkan pengurus mulai sekarang. Konsolidasi kepengurusan, kemudian perjanjian pengurus mulai dari pusat sampai tingkat paling bawah,” ujarnya. 

Berita Terkait : Didaulat Jadi Ketum Dalam Sidang Tertutup, Megawati Minta Maaf

Soal penyegaran di partai, Tjahjo menekankan sekali lagi, penyegaran tidak menyentuh pucuk pimpinan partai. Penyegaran hanya di tataran pengurus DPD hingga DPC demi mempertahankan kemenangan partai di Pemilu 2024.“Namanya partai kan harus terus bergerak, harus terus mengorganisir diri, itu saja,” kata Menteri dalam Negeri ini. 

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyebut Megawati Soekarnoputri berpeluang besar kembali menakhodai partai. Hasto menyebut ini aspirasi kader di akar rumput. 


“Aspirasi dari seluruh ketua DPD PDIP mohon kesediaan Ibu Ketua Umum (Megawati) berkenan memimpin kembali PDIP, itu suara arus bawah,” kata Hasto di Kantor DPP PDIP Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (19/6). 

Hasto mengatakan, yang membedakan PDIP dengan partai lain yakni menempatkan peserta kongres sebagai utusan. Mereka membawa mandat dari akar rumput. Dengan demikian, seluruh substansi persiapan Kongres bagaimana PDIP mendengar arus bawah. 

Berita Terkait : Makna Perusakan Baliho Partai Demokrat

Sejauh ini, belum ada protes dari akar rumput terhadap cara Megawati memimpin partai. Kepemimpinan putri Bung Karno itu cukup objektif dan kokoh. Terutama, dalam menjaga ideologi Pancasila.“Terbukti rakyat menerima kepemimpinan Ibu Megawati Soekarnoputri dengan PDIP memenangkan dua kali (pemilu) berturut-turut,” ungkapnya. 

Seperti diketahui, Kongres V PDIP Agustus 2019 disebutsebut akan kembali meminta Megawati Soekarnoputri melanjutkan kepemimpinannya di Partai Banteng. Direktur Eksekutif Lembaga Emrus Corner, Emrus Sihombing menyebut, kemenangan Pileg 2019 PDIP tidak lepas dari kepemimpinan Megawati. 

Wajar kalau kader menilai keberadaan Megawati perlu dipertahankan. Selain faktor Megawati, Emrus juga menilai kemenangan PDIP dalam pileg tidak terlepas dari peran kader dan konstituen yang cukup kuat.“Pemilihan caleg PDIP oleh Megawati dan konstituen atau simpatisan yang memiliki militansi yang cukup tinggi adalah modal dasar PDIP menang pileg,” ujarnya. 

Militansi itu, kata Emrus, terbangun karena adanya unsur Bung Karno dan Megawati. Ditambah lagi para kader PDIP melihat perjuangan kepemimpinannya bagus, punya komitmen dan ideologi yang kuat. 

Baca Juga : Gubernur Papua: Hentikan Semua Kegiatan yang Ganggu Stabilitas

Dia memprediksi, persaingan di Pilkada 2020 akan sangat seru, terutama di Pemilu 2024. Jika PDIP ingin menang Pileg lagi di 2024, partai bersama Jokowi harus bisa menunjukkan keberhasilan pembangunan. Ini menjadi insentif politik buat kader ke depan di pileg maupun pilpres.[EDY]